Rupiah Menguat, Kenaikan Emas Antam ke Rp2,779 Juta Berpotensi Tertahan

Harga emas Antam berpeluang bergerak menuju Rp2.779.000 per gram pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Namun, penguatan nilai tukar rupiah berpotensi membatasi laju kenaikan harga emas dalam denominasi domestik.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan kenaikan emas Antam dapat terbatas sekitar Rp15.000 per gram. Ia memproyeksikan rentang pergerakan harga berada pada Rp2.779.000 hingga Rp2.798.000 per gram.

“Bisa saja ada kenaikan hanya Rp 15.000. Kalau saya lihat kemungkinan lagi di Rp 2.779.000,” ujar Ibrahim seperti dilansir Investor Daily. Level Rp2.779.000 per gram pun menjadi salah satu titik yang perlu dicermati dalam perdagangan berikutnya.

Selisih Harga Jual dan Buyback Masih Lebar

Di tengah proyeksi penguatan tersebut, pembeli dan pemilik emas perlu memperhatikan perbedaan antara harga jual dan harga beli kembali. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, selisih kedua harga itu mencapai Rp140.000 per gram.

Harga jual emas Antam tercatat Rp2.695.000 per gram, sedangkan harga buyback berada di Rp2.555.000 per gram. Harga buyback justru naik Rp25.000, lebih besar daripada kenaikan harga jual yang mencapai Rp18.000 pada hari yang sama.

TanggalHarga Jual per GramPerubahan
16 Agustus 2026Rp2.675.000Naik Rp11.000
17 Agustus 2026Rp2.677.000Naik Rp2.000
18 Agustus 2026Rp2.695.000Naik Rp18.000

Data tersebut menunjukkan harga emas Antam menguat selama tiga hari perdagangan yang disebutkan. Kenaikan pada 18 Agustus menjadi lonjakan harian terbesar dalam rangkaian tersebut.

Pajak Berlaku untuk Penjualan Kembali di Atas Rp10 Juta

Transaksi jual kembali emas Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan potongan Pajak Penghasilan atau PPh 22. Ketentuan ini mengacu pada PMK No. 34/PMK.10/2017.

Pemilik NPWP dikenakan tarif PPh 22 sebesar 1,5 persen dalam transaksi tersebut. Sementara itu, tarif bagi pemilik non-NPWP ditetapkan sebesar 3 persen.

Perhitungan harga buyback dan potongan pajak menjadi bagian penting bagi pemilik emas yang berencana menjual simpanannya. Kenaikan harga jual tidak otomatis berarti nilai hasil jual kembali bergerak pada tingkat yang sama.

Masih di Bawah Rekor Januari

Walaupun terus menguat, harga Rp2.695.000 per gram pada 18 Agustus masih sekitar 15,49 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor harga emas Antam tercatat Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.

Posisi harga saat ini juga tetap lebih tinggi dibandingkan awal tahun. Pada 1 Januari 2026, emas Antam diperdagangkan pada Rp2.488.000 per gram.

Dibandingkan harga awal tahun tersebut, nilai emas Antam pada 18 Agustus telah meningkat sekitar 7,59 persen. Penguatan ini memperlihatkan tren positif masih bertahan meski harga belum kembali mendekati puncak Januari.

Pergerakan rupiah menjadi variabel utama yang dapat memengaruhi arah harga berikutnya. Rupiah yang menguat dapat menahan kenaikan emas ketika nilainya dihitung dalam mata uang domestik.

Baca Juga