Singapura Memburu Keajaiban di Rajamangala, Thailand Dijaga Rekor 11 Kemenangan

Singapura menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan saat bertandang ke Stadion Rajamangala, Bangkok. Selain tertinggal agregat 1-3, mereka harus mematahkan rentetan 11 kekalahan beruntun dari Thailand sejak Desember 2012.

Leg kedua semifinal Piala AFF 2026 itu berlangsung Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Thailand hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket final, sedangkan Singapura wajib menang dengan selisih minimal tiga gol.

Tekanan bagi Singapura bertambah karena kemenangan terakhir mereka di kandang Thailand terjadi pada November 2009. Rajamangala pun menjadi arena yang memberi modal psikologis besar bagi tuan rumah dalam laga penentuan ini.

Catatan Pertemuan di Kandang Thailand

Dalam sejumlah pertemuan yang tercatat sejak 2010, Thailand selalu mengalahkan Singapura saat bermain di kandang sendiri. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa tim tamu bukan hanya mengejar defisit agregat, melainkan juga berusaha mengakhiri kebuntuan panjang di markas rival.

TahunAjangHasil
2010Pertandingan persahabatanThailand 1-0 Singapura
2012Piala AFFThailand 1-0 Singapura
2015Pertandingan persahabatanThailand 2-0 Singapura
2016Piala AFFThailand 1-0 Singapura
2018Piala AFFThailand 3-0 Singapura
2024Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026Thailand 3-1 Singapura
2025Pertandingan persahabatanThailand 3-2 Singapura

Keunggulan agregat Thailand dibangun pada pertemuan pertama di Stadion Jalan Besar. Seksan Ratree mencetak satu gol, sementara Teerasak Poeiphimai menyumbang dua gol untuk tim asuhan Anthony Hudson.

Hasil itu terasa kontras dengan penguasaan bola Singapura yang mencapai 72 persen pada leg pertama. Dominasi tersebut belum cukup menghasilkan kemenangan karena mereka kebobolan tiga gol dan harus mengejar selisih dua gol di Bangkok.

Perbaikan Menjadi Tuntutan Kedua Tim

Pelatih Singapura Gavin Lee menilai timnya harus membenahi pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas saat membangun peluang. Menurut dia, penguasaan bola perlu diterjemahkan menjadi permainan yang lebih rapat dan penyelesaian akhir yang lebih baik.

“Kami harus menemukan jawabannya sendiri agar bisa memperbaiki pertahanan dan menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol,” ujar Lee seperti dilansir VNExpress. Ia juga meminta para pemainnya tetap tenang karena performa di lapangan menjadi hal utama yang dapat dikendalikan tim.

Penyerang Ilhan Fandi menegaskan bahwa ketertinggalan agregat tidak boleh menghilangkan semangat bertanding. “Anda tidak boleh kehilangan motivasi meskipun sedang tertinggal dua gol,” kata Ilhan Fandi.

Di kubu Thailand, Hudson menolak menganggap Singapura sebagai lawan yang mudah. Ia menilai lawannya berkembang signifikan sepanjang turnamen, termasuk setelah melewati Indonesia dan Vietnam pada fase sebelumnya.

Hudson mengakui timnya belum cukup baik mengendalikan bola ketika menghadapi permainan agresif Singapura pada laga pertama. “Pada laga pertama melawan Singapura, kami masih belum cukup baik dalam mengendalikan bola dalam permainan agresif,” ujarnya seperti dikutip Thairath.

Pelatih kelahiran Washington itu juga masih menangani skuad dengan enam hingga tujuh pemain baru yang beradaptasi terhadap ekspektasi publik. Perbaikan penguasaan bola menjadi salah satu pekerjaan Thailand meski posisi agregat mereka lebih menguntungkan.

Semifinal lainnya mempertemukan Vietnam dan Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Seluruh laga leg kedua semifinal disiarkan melalui Vision+ dan kanal YouTube Reza Arap.

Baca Juga