Pulang Bawa Kompor dari Bundaran HI, 3 Perempuan Titip Harapan soal Biaya Hidup

Hadiah kompor dari perayaan HUT ke-81 RI di Bundaran HI membawa arti lebih dari sekadar barang rumah tangga bagi tiga perempuan yang menjadi pemenang kuis. Di tengah kegembiraan itu, mereka menyampaikan harapan tentang biaya hidup, perlindungan bagi pensiunan, hingga harga kebutuhan pokok.

Inka berharap beban pajak dapat lebih diringankan, terutama bagi warga pensiunan yang tidak lagi memiliki pemasukan tetap. Perempuan yang baru menjalani masa pensiun selama satu tahun itu juga menginginkan peningkatan tunjangan bagi lansia dan pensiunan.

Menurut Inka, kompor yang diterimanya bahkan dapat menjadi modal untuk memulai usaha makanan. Namun, ia menilai kebijakan terkait pengeluaran masyarakat tetap perlu mempertimbangkan kondisi warga yang penghasilannya terbatas.

Pemi menaruh perhatian pada harga bahan pokok dan iuran BPJS yang diharapkannya tidak terus meningkat. Sebagai karyawan swasta, ia menilai kenaikan iuran dapat menambah beban karena terdapat pemotongan gaji setiap bulan.

Sementara itu, Nenny berharap kondisi Indonesia semakin kondusif serta program pemerintah dapat berjalan dengan baik. Ia juga meminta masyarakat lebih cermat memilah dan menilai informasi yang diterima.

Tiga Pemenang dari Wilayah Berbeda

Ketiga perempuan tersebut sebelumnya tidak saling mengenal sebelum bertemu dalam kuis berhadiah di panggung perayaan kemerdekaan. Mereka kemudian pulang membawa hadiah kompor dari kegiatan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Senin, 17 Agustus 2026.

NamaUsiaDomisiliTujuan Datang
Inka56 tahunPondok Kelapa, Jakarta TimurMengikuti ajakan teman
Nenny54 tahunJatiwaringin, BekasiMengisi waktu dan mencari suasana ramai
Pemi34 tahunPasar Rebo, Jakarta TimurIngin bermain dan berjalan-jalan

Nenny menjelaskan bahwa pertemuan mereka terjadi secara tidak direncanakan saat mengikuti kuis. “Nggak saya sendiri, ini sendiri. Kenalan baru,” kata Nenny mengenai dua perempuan yang berdiri bersamanya.

Bagi Nenny, hadiah sederhana tetap memiliki makna menyenangkan bagi para ibu. “Happy, ibu-ibu tuh nggak usah kompor, dapat sabun aja senang,” ujarnya.

Pemi memilih untuk tidak memakai kompor tersebut bagi dirinya sendiri. Ia berencana memberikan hadiah itu kepada ibunya.

Inka juga mengaku tidak menduga ajakan temannya untuk datang akan berakhir dengan hadiah. “Eh rezeki dapat ini,” kata Inka mengenai kompor yang diterimanya.

Datang untuk Mencari Hiburan

Kedatangan ketiganya ke Bundaran HI pada awalnya bukan untuk berburu hadiah. Inka datang karena ajakan teman, sedangkan Pemi semula hanya ingin bermain dan berjalan-jalan tanpa tujuan khusus.

Nenny sengaja memilih datang pada sore hingga malam hari untuk menghindari cuaca panas. Ia sebelumnya juga pernah mendatangi kawasan tersebut pada perayaan tahun sebelumnya untuk menikmati suasana pesta rakyat.

Ia menyebut tujuan utamanya adalah mengisi waktu luang dan menikmati keramaian, bukan mengejar hadiah. Kuis berhadiah itu kemudian menjadi pengalaman tak terduga yang mempertemukannya dengan dua warga dari wilayah berbeda.

Rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan di Bundaran HI tersebut akhirnya meninggalkan cerita personal bagi ketiganya. Berdasarkan laporan Detikcom, hadiah kompor yang dibawa pulang turut menjadi kesempatan bagi mereka menyampaikan kebutuhan sehari-hari yang masih menjadi perhatian.

Baca Juga