KCP Borong Retak Pascagempa Flores, BNI Jaga Layanan lewat 24 Outlet dan O-Branch

BNI menghentikan sementara operasional KCP Borong setelah ditemukan keretakan pada struktur bangunan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Dua mesin ATM di lokasi itu juga belum dapat digunakan sambil menunggu pemeriksaan fisik bangunan rampung.

Penutupan satu kantor tersebut tidak menghentikan akses layanan perbankan bagi masyarakat terdampak. BNI menyiagakan O-Branch atau layanan bergerak di Borong untuk membantu kebutuhan transaksi nasabah selama masa tanggap darurat.

Secara keseluruhan, 24 dari 25 outlet BNI di wilayah Ende dan Maumere tetap beroperasi normal. Sebanyak 65 dari 67 ATM di dua wilayah itu juga masih aktif melayani transaksi masyarakat.

FasilitasJumlahStatusKeterangan
Outlet BNI di Ende dan Maumere24 dari 25Beroperasi normalLayanan perbankan tetap tersedia
ATM di Ende dan Maumere65 dari 67Beroperasi normalDua ATM di Borong dihentikan sementara
KCP Borong1Ditutup sementaraMenunggu pengujian kondisi bangunan

BNI menggunakan jaringan kantor yang masih beroperasi, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital untuk menjaga kesinambungan layanan. Langkah ini ditempuh karena kebutuhan transaksi tetap berjalan ketika warga memasuki tahap penanganan dan pemulihan pascagempa.

Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan operasional tersebut. Pemulihan layanan di KCP Borong akan dilakukan setelah kondisi fisik bangunan dinyatakan layak melalui pengujian.

Bantuan Dasar Mulai Dikirim

Di tengah upaya menjaga layanan keuangan, BNI juga mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program BNI Berbagi. Bantuan tahap awal dikirim secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.

Logistik yang disalurkan mencakup air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, serta peralatan dapur. Paket tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang berada di lokasi pengungsian.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan masyarakat yang terkena dampak gempa. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan pada fase awal dipusatkan pada kebutuhan paling mendesak.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat,” ujar Okki Rushartomo. “Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak.”

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Penanganan bantuan dilakukan melalui sinergi Keluarga Besar BUMN yang dikoordinasikan Danantara Indonesia. BNI juga memetakan kebutuhan warga bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyesuaian distribusi logistik di tiap wilayah terdampak. BNI menyatakan bantuan lanjutan akan mengikuti perkembangan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain akan terus dilakukan sepanjang masa tanggap darurat hingga pemulihan. Kesiapan layanan perbankan serta penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Flores.

Baca Juga