11.000 Selimut Dikirim ke NTT, Polda Jateng Sertakan Dokter dan Pendamping

Pengiriman 11.000 lembar selimut tebal menjadi bagian utama bantuan kemanusiaan tahap pertama yang diberangkatkan Polda Jateng untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Bantuan itu diangkut menggunakan 10 truk dan satu mobil boks dari Mapolda Jateng.

Selain logistik, Polda Jateng mengirim tiga dokter serta lima personel pendamping. Mereka disiapkan untuk mendukung penanganan medis dan pemulihan psikologis atau trauma healing bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Kebutuhan Dasar Disiapkan untuk Warga Terdampak

Muatan bantuan mencakup pangan dan perlengkapan harian yang dapat segera digunakan warga setelah bencana. Air mineral, susu bubuk, makanan siap saji, mi instan, beras, minyak goreng, biskuit, gula, popok, roti, serta pakaian dalam turut disiapkan.

Polda Jateng juga memasukkan terpal, sarung, selimut, serta pakaian baru untuk anak dan remaja. Perlengkapan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga yang membutuhkan perlindungan dan pakaian layak.

Salah satu logistik yang dibawa adalah 1,2 ton abon kering khas Jawa Tengah. Produk tersebut dikemas dalam bungkus kecil berisi 250 gram agar praktis dikonsumsi dan lebih mudah dibagikan.

Komponen BantuanJumlahKeterangan
Armada pengangkut10 truk dan 1 mobil boksMembawa bantuan tahap pertama dari Mapolda Jateng
Selimut tebal11.000 lembarUntuk warga terdampak gempa
Pakaian baru15.000 potongDiperuntukkan bagi anak dan remaja
Abon kering1,2 tonDikemas dalam porsi 250 gram
Tim pendamping3 dokter dan 5 personelMendukung trauma healing masyarakat

Bantuan Disusun Berdasarkan Kondisi di Lokasi

Jenis bantuan tidak hanya ditetapkan dari persediaan yang tersedia di Jawa Tengah. Polda Jateng terlebih dahulu berkomunikasi dengan Wakapolda NTT untuk merinci kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan komunikasi itu dilakukan untuk menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan warga. “Semalam saya sudah komunikasi dengan Wakapolda Nusa Tenggara Timur untuk merinci kebutuhan apa saja yang paling diperlukan saat ini di sana,” kata Ribut.

Sejumlah bantuan dikirim melalui jalur darat, sementara bantuan lain akan menyusul sesuai perkembangan kebutuhan. Personel Polda Jateng juga akan menuju lokasi untuk membeli bahan yang diperlukan dari tempat terdekat agar penyalurannya lebih efisien.

Diberangkatkan Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan

Polda Jateng memberangkatkan bantuan tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Aksi kemanusiaan ini didukung keluarga besar kepolisian, Bhayangkari se-Jawa Tengah, dan para donatur.

Ribut menyebut pengiriman bantuan sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Ia berharap logistik dan tenaga pendamping dapat membantu memenuhi kebutuhan warga serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Menurut laporan RRI.co.id, pengiriman kali ini merupakan tahap pertama dari bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTT. Bantuan lanjutan masih disiapkan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak.

Penggalangan Donasi Masih Dibuka

Polda Jateng juga membuka donasi kemanusiaan bagi korban gempa melalui penggalangan yang melibatkan seluruh personel satuan kerja di lingkungan Mapolda Jateng. Dukungan tersebut melengkapi bantuan logistik dan layanan trauma healing yang telah disiapkan.

Ribut menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia mengajak seluruh pihak mendoakan perjalanan bantuan agar tiba tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Baca Juga