Presiden Rusia Vladimir Putin menilai hubungan Rusia dan Indonesia dapat memberi sumbangan bagi keamanan serta stabilitas kawasan Asia-Pasifik hingga dunia. Pandangan itu disampaikan dalam ucapan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan HUT RI ke-81.
Pesan tersebut menempatkan kerja sama Moskow dan Jakarta tidak semata sebagai hubungan bilateral. Putin mengaitkannya dengan kepentingan rakyat kedua negara yang disebutnya bersahabat serta agenda stabilitas yang lebih luas.
Hubungan Bilateral Disebut Berkembang Baik
Dalam pesannya, Vladimir Putin menyatakan interaksi antara Moskow dan Jakarta berlangsung produktif. Ia melihat perkembangan hubungan kedua negara sebagai tanda kedekatan yang terus menguat.
“Hubungan antara Moskow dan Jakarta berkembang dengan sangat baik, sebagaimana tercermin dalam interaksi kami yang produktif,” pesan Putin. Pernyataan itu dilaporkan VIVA.co.id yang mengutip Sputnik pada Senin, 17 Agustus 2026.
Putin juga menyampaikan keyakinan bahwa hubungan tersebut sejalan dengan kepentingan rakyat Rusia dan Indonesia. Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan persahabatan yang dapat terus dikembangkan.
| Peristiwa | Waktu | Pokok Pernyataan |
|---|---|---|
| Ucapan Putin untuk Indonesia | 17 Agustus 2026 | Hubungan Moskow dan Jakarta disebut berkembang baik serta produktif. |
| Belasungkawa Kedubes Rusia | 16 Agustus 2026 | Simpati dan dukungan disampaikan kepada korban gempa di NTT. |
Stabilitas Asia-Pasifik Menjadi Sorotan
Dalam konteks hubungan Rusia-Indonesia, Putin menyoroti arti kerja sama bagi keamanan kawasan Asia-Pasifik. Ia juga menyebut dampaknya dapat menjangkau stabilitas di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026. Ucapan HUT RI ke-81 dari Kremlin sekaligus memperlihatkan perhatian Rusia terhadap relasi antarpemerintah dengan Indonesia.
Tidak ada rincian program kerja sama tertentu yang disebutkan dalam pesan tersebut. Namun, Putin secara tegas menekankan nilai strategis hubungan kedua negara dalam kerangka kepentingan bersama.
Belasungkawa Rusia untuk Korban Gempa NTT
Perhatian Rusia terhadap Indonesia juga terlihat melalui pesan kemanusiaan dari Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta. Sehari sebelum ucapan Putin diberitakan, Kedubes Rusia menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gempa yang terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus, disebut mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan. Melalui unggahan Instagram pada Ahad, 16 Agustus, Kedubes Rusia menyatakan simpati kepada keluarga serta kerabat korban meninggal dunia.
“Kami turut berduka cita kepada para keluarga dan kerabat korban meninggal dunia,” tulis Kedubes Rusia di Jakarta. Perwakilan Rusia itu juga berharap kehidupan warga di daerah terdampak bencana dapat segera kembali normal.
Dua pesan dari pihak Rusia tersebut hadir dalam situasi yang berbeda. Satu pesan berkaitan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia, sementara pesan lainnya menyoroti dampak bencana alam di NTT.
Meski demikian, keduanya menunjukkan perhatian Rusia pada Indonesia dalam dua ranah sekaligus. Ranah itu meliputi hubungan Rusia-Indonesia di tingkat pemerintahan dan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa.
Bagi Putin, kedekatan Moskow dan Jakarta memiliki arti yang melampaui hubungan antarnegara biasa. Ia menilai penguatan hubungan itu dapat mendukung keamanan dan stabilitas, baik di Asia-Pasifik maupun di dunia.






