Investor yang membangun usaha di Batam tidak hanya membutuhkan modal untuk memulai proyek, tetapi juga layanan transaksi, pengelolaan kas, hingga perlindungan aset. BRI menyiapkan layanan terintegrasi untuk menjawab kebutuhan tersebut dari tahap persiapan investasi sampai perusahaan beroperasi.
Pendekatan ini dirangkum dalam konsep One BRI Solution, yang menggabungkan layanan perbankan dan kapabilitas anak usaha BRI Group. Skema tersebut ditujukan agar perusahaan tidak perlu memisahkan berbagai kebutuhan bisnis ke banyak ekosistem layanan.
Rangkaian solusi yang disiapkan mencakup kebutuhan perusahaan pada sejumlah tahapan kegiatan usaha. Mulai dari pembiayaan proyek hingga fasilitas bagi karyawan, layanan tersebut disesuaikan dengan aktivitas investor.
| Tahap Kebutuhan | Solusi BRI |
|---|---|
| Persiapan dan realisasi investasi | Pembiayaan, rekening perusahaan, bank garansi, dan trade finance |
| Transaksi bisnis | Transaksi valuta asing, kartu korporasi, dan pengelolaan kas |
| Operasional perusahaan | Payroll serta pembiayaan rumah dan kendaraan bagi karyawan |
| Perlindungan aset dan mobilitas | Asuransi aset melalui BRINS dan pembiayaan kendaraan melalui BRI Finance |
Pada tahap awal, investor dapat memanfaatkan pembiayaan, rekening perusahaan, bank garansi, serta trade finance untuk mendukung realisasi proyek. Saat aktivitas bisnis berjalan, kebutuhan transaksi valuta asing, kartu korporasi, dan pengelolaan arus kas menjadi bagian dari layanan yang tersedia.
BRI juga memasukkan payroll dalam solusi bagi operasional harian perusahaan. Selain itu, tersedia fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah dan kendaraan yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan perusahaan.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan setiap investasi memiliki kebutuhan berbeda pada setiap tahapannya. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Batam Investment Forum 2026.
“Setiap investasi memiliki kebutuhan yang berbeda pada setiap tahapannya. Sejak mempersiapkan investasi hingga memasuki tahap operasional, perusahaan membutuhkan dukungan finansial maupun ekosistem bisnis yang dapat menunjang keberlangsungan usahanya,” ujar Riko.
Untuk investor asing, BRI mengandalkan tim Foreign Direct Investment atau FDI yang bertugas memahami kebutuhan pengembangan usaha di Indonesia. Tim tersebut menghubungkan investor dengan kapabilitas serta layanan yang tersedia di BRI Group.
Aspek perlindungan aset ditangani oleh BRI Insurance atau BRINS melalui asuransi yang terkait dengan realisasi investasi. Cakupannya meliputi bangunan pabrik, peralatan, kendaraan, serta kebutuhan asuransi mikro.
Sementara itu, BRI Finance menyediakan pembiayaan kendaraan untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan operasional perusahaan. Kombinasi pembiayaan serta perlindungan aset menjadi bagian dari upaya BRI membangun dukungan yang lebih menyeluruh bagi investor.
Batam dinilai relevan untuk penguatan layanan tersebut karena berperan sebagai kawasan industri dan salah satu pintu masuk investasi asing ke Indonesia. Finansial Bisnis melaporkan BRI memandang jaringan luas, kapabilitas terintegrasi, serta ekosistem nasabah lintas segmen dapat menopang investasi berkualitas di wilayah ini.
Pertumbuhan investasi di Batam diharapkan tidak sekadar menambah nilai investasi, melainkan juga menggerakkan pemasok, tenaga kerja, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri. Riko menyatakan BRI ingin hadir sejak investor mulai membangun bisnisnya di Indonesia melalui dukungan pembiayaan, transaksi, trade and forex, pengelolaan kas, hingga solusi operasional.






