Ratusan warga Kampung Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, menyisipkan doa bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur dalam upacara kemerdekaan. Doa bersama itu menjadi wujud solidaritas warga di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.
Para peserta mendoakan korban meninggal dunia memperoleh tempat terbaik, korban luka segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Harapan juga disampaikan agar pemulihan infrastruktur serta kehidupan warga di wilayah terdampak dapat berlangsung secepatnya.
Upacara berlangsung di lapangan sepak bola Kampung Cipondok dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat setempat. Keterlibatan lintas usia tersebut menempatkan peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk menguatkan kepedulian sosial.
Pelajar dan Organisasi Ikuti Upacara
Peserta berasal dari jenjang SD, SMA, hingga SMK, selain mahasiswa dan warga Kampung Cipondok. Sejumlah organisasi turut hadir, termasuk Pemuda Panca Marga serta Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia.
Rangkaian upacara mencakup pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Kegiatan tersebut digelar oleh Karang Taruna Kampung Cipondok sebagai upaya menjaga semangat kebangsaan di lingkungan warga.
Ketua Karang Taruna Kampung Cipondok, Yudi Juhitan, menyatakan antusiasme warga terlihat kuat, terutama saat pengibaran bendera. “Warga Kampung Cipondok dalam memperingati Kemerdekaan RI ke-81 sangat antusias, terutama dalam pengibaran bendera Merah Putih. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama bagi para pejuang,” ujar Yudi.
Menurut Yudi, seluruh peserta juga menyampaikan duka atas bencana gempa yang melanda NTT. “Semoga bencana tersebut segera pulih,” katanya.
Penghormatan untuk Pejuang Setempat
Setelah upacara, warga melanjutkan kegiatan dengan ziarah ke makam para pejuang kemerdekaan di wilayah Cipondok. Mereka juga memasang bambu runcing di sejumlah makam sebagai tanda penghormatan terhadap perjuangan tokoh-tokoh setempat.
Mediaindonesia.com melaporkan, ziarah dilakukan ke lima makam tokoh yang perannya disebutkan secara khusus serta sekitar 30 makam pejuang lainnya. Berikut tokoh yang menjadi bagian dari ziarah warga tersebut.
| Tokoh yang Diziarahi | Peran yang Disebutkan |
|---|---|
| Wiradarba | Ketua KNI Kewadanaan Ciawi |
| Rd Wangsa | KNI Ciawi |
| Baslan | Ketua KNI Desa Cipondok |
| Subadiredja | Badan Pertahanan Desa Cipondok |
| M Wikarta | Tokoh pejuang yang diziarahi |
Rangkaian kegiatan juga mencakup penyerahan piagam penghargaan kepada keluarga pejuang. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi masyarakat kepada keluarga yang memiliki hubungan sejarah dengan para tokoh perjuangan kemerdekaan.
Bagi warga, penghormatan kepada pejuang berjalan seiring dengan perhatian terhadap warga terdampak gempa NTT. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menegaskan nilai kebersamaan, bela negara, dan ingatan atas sejarah perjuangan di tingkat kampung.






