16.376 Warga Mengungsi Usai Gempa Flores, 200 Hygiene Kit Disalurkan ke NTT

Sebanyak 16.376 warga masih berada di pengungsian setelah Gempa Flores bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Di tengah kebutuhan dasar yang mendesak, TBS Foundation menyerahkan 200 Hygiene Kit untuk membantu warga terdampak.

Bantuan senilai total Rp50 juta itu diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat pada Senin, 17 Agustus 2026. PMI Kupang akan meneruskan distribusi paket kebersihan tersebut kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Korban dan Pengungsian Masih Menjadi Perhatian

Data sementara PMI Pusat hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, mencatat dampak gempa yang luas di Flores dan wilayah sekitarnya. Selain pengungsian dalam jumlah besar, bencana ini menimbulkan korban meninggal serta ratusan warga yang mengalami luka-luka.

Data DampakJumlahKeterangan
Gempa susulan995 kejadian46 kali dirasakan masyarakat
Korban meninggal dunia54 orangTerdampak gempa di Flores dan sekitarnya
Luka berat115 orangMemerlukan penanganan medis
Luka ringan168 orangTercatat dalam data sementara
Warga di pengungsian16.376 orangBerasal dari sekitar 184 kepala keluarga terdampak

Jumlah gempa susulan mencapai 995 kejadian, dengan 46 di antaranya turut dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan perlindungan, layanan kesehatan, dan kebersihan harian tetap penting bagi warga yang belum dapat kembali ke tempat tinggalnya.

Data korban yang diberitakan Money.kompas.com mencatat 54 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Sebanyak 115 warga mengalami luka berat, sementara 168 orang lainnya tercatat menderita luka ringan.

Paket Kebersihan untuk Masa Darurat

Hygiene Kit dipilih sebagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dasar selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Setiap paket disusun mengikuti standar PMI agar dapat digunakan warga dalam kondisi pengungsian.

Isi paket meliputi sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, sikat gigi, pembalut wanita, serta handuk. Perlengkapan tersebut ditujukan untuk membantu kebersihan tubuh, pakaian, gigi, dan kebutuhan perempuan di tengah keterbatasan fasilitas.

Ketua TBS Foundation Juli Oktarina menyatakan bantuan itu diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Flores dan NTT yang sedang menghadapi masa sulit. Dalam siaran pers pada 17 Agustus 2026, ia menyebut paket kebersihan diperlukan untuk mendukung kebutuhan dasar warga pada masa darurat maupun pemulihan.

Menurut Juli, dukungan kemanusiaan menjadi bagian dari komitmen lembaganya untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan dengan cepat dinilai penting ketika warga harus bertahan di tempat pengungsian setelah bencana.

Distribusi melalui PMI Kupang

Penyerahan bantuan melalui PMI Pusat dilakukan agar penyaluran dapat diteruskan secara terkoordinasi ke wilayah terdampak melalui PMI Kupang. Jalur tersebut diharapkan membantu paket kebersihan menjangkau warga yang masih membutuhkan dukungan selama berada di pengungsian.

Direktur Eksekutif TBS Foundation Anugraha Dezmercoledi menilai penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar bantuan dapat berjalan efektif. Ia menyebut dukungan tidak hanya diperlukan pada tahap tanggap darurat, tetapi juga sepanjang proses pemulihan masyarakat.

“Bencana selalu membawa tantangan yang tidak mudah bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Anugraha. Ia berharap bantuan itu menjadi bagian dari dukungan bersama bagi warga Flores dan NTT untuk melewati masa sulit pascagempa.

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI Pusat Suwandi Wiratno mengapresiasi langkah cepat TBS Foundation yang menyampaikan niat membantu sejak hari pertama gempa. Menurutnya, gotong royong dalam aksi kemanusiaan menjadi unsur penting untuk meringankan beban warga terdampak.

Bantuan 200 paket kebersihan tersebut diharapkan dapat menopang kebutuhan harian warga selama berada di pengungsian. Dukungan ini juga ditujukan untuk membantu masyarakat memasuki tahap pemulihan setelah rangkaian guncangan yang terjadi di Flores dan sejumlah wilayah NTT.

Baca Juga