Lampu yang jatuh dari plafon dan benda-benda yang berhamburan membuat wisatawan asal Belanda, Mark van Roy, menilai hotel tempatnya menginap di Labuan Bajo seperti akan runtuh saat gempa mengguncang Flores. Pria berusia 61 tahun itu berada di lantai lima bersama istrinya sehingga mereka tidak dapat segera meninggalkan gedung ketika getaran terjadi.
“Gempanya benar-benar dahsyat. Lampu-lampu jatuh dari plafon, semuanya berjatuhan,” kata Van Roy. Setelah guncangan mereda, pasangan tersebut baru bisa turun dan keluar dari hotel untuk melihat kondisi di luar bangunan.
Van Roy menyebut kerusakan yang dilihatnya dari luar cukup parah. “Itu mengerikan. Hotelnya seperti akan runtuh,” ujarnya mengenai pengalaman yang disebutnya sebagai gempa paling kuat selama 19 tahun tinggal di Bali.
Dua Wisatawan Mengalami Situasi Berbeda
Selain Van Roy, Gladys Victoria juga mengalami kejadian menegangkan ketika berada di bangunan tempatnya menginap. Warga Belanda berusia 21 tahun itu terbangun setelah material plafon jatuh mengenai tubuhnya.
| Warga Belanda | Usia | Lokasi saat Gempa | Kejadian yang Dialami |
|---|---|---|---|
| Gladys Victoria | 21 tahun | Bangunan tempat menginap | Material plafon jatuh, berlindung di bawah meja dapur |
| Mark van Roy | 61 tahun | Lantai lima hotel di Labuan Bajo | Lampu dan sejumlah benda berjatuhan |
Pada awalnya, Victoria mengira suara keras yang didengarnya berasal dari kendaraan berat di sekitar bangunan. Kepada NOS, ia mengatakan sempat menduga suara itu datang dari bulldozer atau truk besar sebelum menyadari bahwa seluruh bangunan sedang diguncang.
“Saya awalnya berpikir itu bulldozer atau truk besar. Lalu saya berpikir, sepertinya seluruh gedung ini akan runtuh,” tutur Victoria.
Ketika getaran masih berlangsung, Victoria tidak memilih berlari keluar. Ia berlindung di bawah meja dapur karena menilai upaya keluar bangunan saat itu belum tentu membuatnya selamat.
“Saya bahkan tidak berpikir untuk berlari keluar. Saya merasa tidak akan berhasil. Saya sempat berpikir, mungkin ini akhirnya,” katanya. Setelah gempa berhenti, ia keluar dan melihat warga setempat berusaha menghubungi keluarga untuk memastikan kondisi kerabat mereka.
Rangkaian Gempa di Flores
BMKG menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan tersebut tercatat pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya terjadi gempa magnitudo 7,7 di timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Rangkaian guncangan itu meninggalkan kepanikan di dalam bangunan, terutama bagi para tamu yang berada di lantai atas hotel. Material plafon, lampu, dan benda lain yang jatuh menjadi ancaman tambahan sebelum orang-orang dapat keluar setelah getaran berhenti.
Bagi Van Roy dan istrinya, pengalaman di Gempa Flores itu berbeda dari sejumlah gempa yang pernah mereka rasakan selama tinggal di Bali. Keduanya kemudian meninggalkan Flores untuk kembali ke Bali, tempat mereka menetap.
Setelah berada di pesawat dan menyaksikan keadaan setelah gempa, pasangan itu menyadari bahwa mereka lolos dari situasi berbahaya. “Kalau sudah berada di pesawat dan melihat semuanya setelah kejadian, kami berpikir bahwa kami benar-benar selamat,” kata Van Roy.






