Kesepakatan Selat Hormuz Mengemuka, Ancaman Trump terhadap Oman Peruncing Ketegangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membom Oman bila negara itu dianggap menghambat jalur perundingan langsung Washington dengan Iran. Ancaman tersebut muncul ketika pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz memasuki tahap penting.

Di tengah tekanan diplomatik itu, Iran menyatakan telah tercapai kesepahaman mengenai peta rute transit pelayaran di perairan strategis tersebut. Namun, rincian teknis masih harus dirampungkan sebelum para pihak menerbitkan pernyataan bersama.

Jalur Energi Dunia Menjadi Taruhan

Selat Hormuz memiliki arti penting bagi perdagangan energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melintasi jalur itu. Karena itu, pembukaan kembali selat menjadi perhatian utama dalam pembicaraan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Oman.

Teheran menutup jalur perairan tersebut secara masif setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari. Penutupan itu kemudian menjadikan pengaturan rute pelayaran sebagai salah satu pokok pembahasan paling mendesak.

PihakPeran dalam Isu Selat HormuzSikap Terkini
Amerika SerikatMendorong normalisasi pelayaranTrump mengancam Oman dan mengklaim memiliki jalur komunikasi dengan IRGC
IranMembahas peta rute transitMenyatakan ada kesepahaman rute, sementara IRGC membantah negosiasi rahasia
OmanMenjadi mediatorMenyatakan netral dan membantu pembicaraan pembukaan kembali selat

Ancaman yang Disampaikan melalui Telepon

Menurut laporan Fox News yang dikutip mediaindonesia.com, Trump menyampaikan ancaman itu dalam sambungan telepon pada Senin. Pernyataan tersebut mengarah pada peran Oman yang selama ini membantu mediasi terkait pembukaan Selat Hormuz.

Koresponden Fox News Trey Yingst mengutip Trump yang mengatakan, “Jika Oman menghalangi, kami akan membom keparat mereka (kami akan mengebom mereka).” Ucapan itu meningkatkan tekanan terhadap Oman, meski negara tersebut menyatakan tetap netral dalam konflik.

Trump juga mengklaim Amerika Serikat memiliki saluran komunikasi belakang secara langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Klaim ini segera dibantah oleh pihak IRGC melalui pernyataan kepada Tasnim News.

Juru bicara IRGC menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara pejabat IRGC dan pihak Amerika Serikat. Ia menyebut klaim Trump sebagai “fantasi yang disebabkan oleh delusi dan mimpi buruk” akibat kekalahan serta keputusasaan dalam perang.

Posisi Oman dan Tuntutan Teheran

Oman berada dalam posisi yang rumit karena tetap menjalankan peran mediasi meski telah mengalami sejumlah serangan dari Iran sejak perang meletus. Sikap netral itu membuat Muscat menjadi salah satu pihak penting dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran.

Tenggat Memorandum of Understanding berdurasi 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran juga berakhir pada Senin. Dokumen tersebut sebelumnya menjadi komitmen tertulis kedua pihak untuk melanjutkan perundingan menuju kesepakatan final.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan pembukaan penuh Selat Hormuz bergantung pada kompensasi dari Amerika Serikat. Teheran mengaitkan tuntutan itu dengan dugaan pelanggaran terhadap Memorandum of Understanding.

Seorang pejabat Iran juga pernah melaporkan tuntutan biaya sebesar 5% hingga 7% dari harga kargo bagi kapal yang melintasi selat tersebut. Rincian tuntutan itu masih menjadi bagian dari konteks negosiasi yang belum diumumkan secara final.

Kesepahaman Rute Belum Menutup Ketegangan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kesepahaman mengenai peta rute transit telah dicapai. Ia menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan di Teheran pada Senin.

Baghaei mengatakan pihak kedua masih perlu memfinalisasi sejumlah rincian sebelum pernyataan bersama diterbitkan. BBC dan CBS News melaporkan perkembangan itu setelah Oman sebelumnya menilai pembicaraan berlangsung positif.

Kesepahaman rute memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembahasan akses pelayaran di Selat Hormuz. Meski demikian, ancaman Trump terhadap Oman dan bantahan IRGC mengenai komunikasi rahasia menunjukkan ketegangan diplomatik belum mereda.

Baca Juga