Paris Saint-Germain membatalkan rencana transfer Zion Suzuki pada tahap akhir negosiasi, meski kesepakatan awal dengan Parma disebut sudah tercapai. Keputusan itu diambil setelah klub Prancis tersebut keberatan terhadap tiga permintaan pribadi dari pihak yang mewakili kiper asal Jepang itu.
Situasinya menjadi perhatian karena PSG dikabarkan telah mengirim jet pribadi ke Italia untuk menjemput Suzuki menuju Paris. Persiapan perjalanan itu menunjukkan pembicaraan antara kedua klub sebelumnya telah berjalan cukup jauh.
Nilai Transfer Bukan Masalah Utama
PSG dan Parma disebut telah menemukan kesepakatan awal untuk paket transfer senilai 35 juta Euro. Dengan demikian, kegagalan transaksi ini bukan dipicu oleh perbedaan nilai transfer antara kedua klub.
Menurut Detik Sport, hambatan justru muncul pada tuntutan yang diajukan pihak pemain. PSG menilai sejumlah syarat tersebut tidak dapat dipenuhi dalam kesepakatan perekrutan Suzuki.
Tuntutan pertama berkaitan dengan komisi agen senilai 5 juta Euro. Nominal itu menjadi salah satu poin yang membuat PSG memilih menghentikan proses negosiasi.
| Poin Keberatan PSG | Permintaan Pihak Pemain |
|---|---|
| Komisi agen | Komisi sebesar 5 juta Euro |
| Status di tim | Jaminan menjadi kiper utama PSG pada 2027 |
| Skema peminjaman | Dipinjamkan ke klub peserta Liga Champions |
Permintaan berikutnya menyangkut kepastian posisi Suzuki di dalam skuad PSG pada masa mendatang. Pihak pemain meminta jaminan bahwa ia akan diproyeksikan sebagai kiper utama pada 2027.
PSG juga diminta memberikan kepastian mengenai skema peminjaman apabila Suzuki belum langsung digunakan. Pihak sang pemain menginginkan peminjaman hanya dilakukan kepada klub yang tampil di Liga Champions.
PSG Tidak Memerinci Semua Pertimbangan
Manajemen PSG tidak menjelaskan seluruh alasan yang melatarbelakangi penghentian transaksi tersebut. Klub hanya menegaskan bahwa terdapat beberapa permintaan pribadi dari pihak Suzuki yang tidak mungkin dipenuhi.
Pembatalan pada tahap akhir membuat kontras antara kesiapan logistik dan hasil akhir negosiasi semakin terlihat. Kesepakatan nilai bersama Parma serta rencana penerbangan ke Paris pada akhirnya tidak cukup untuk merampungkan perpindahan tersebut.
Bagi Suzuki, kegagalan ini membuat masa depannya kembali terbuka menjelang kelanjutan bursa transfer. Penjaga gawang Jepang itu untuk sementara tetap berstatus sebagai pemain Parma setelah peluang menuju Paris Saint-Germain tertutup.
Aston Villa Masuk dalam Pemberitaan
Di tengah batalnya kepindahan ke PSG, Aston Villa dikabarkan memantau situasi Zion Suzuki. Klub Premier League itu disebut melihat peluang untuk merekrut kiper Parma tersebut setelah negosiasi dengan PSG berhenti.
Aston Villa dinilai membutuhkan penjaga gawang berkualitas sebagai calon penerus jangka panjang Emi Martinez. Ketertarikan itu membuka kemungkinan bagi Suzuki untuk melanjutkan karier di kompetisi Liga Inggris.
Belum ada kepastian mengenai langkah yang akan diambil Parma maupun pihak Suzuki setelah pembicaraan dengan PSG berakhir. Namun, kegagalan transfer di menit akhir itu menempatkan sang kiper kembali dalam perhatian klub-klub yang membutuhkan opsi baru di bawah mistar.






