Polisi Singapura menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap seorang lansia berusia 73 tahun yang jatuh setelah diduga didorong di sebuah tempat makan. Aparat telah mengidentifikasi seorang pria berusia 40 tahun yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Korban dilaporkan mengalami nyeri punggung hebat beberapa jam setelah terjatuh di lokasi kejadian. Kondisi itu menjadi perhatian karena lansia tersebut juga memiliki riwayat cedera pada kaki dan panggul.
Insiden terjadi di outlet Bei-Ing Wanton Noodle di East Coast Road, Singapura, pada 16 Agustus 2026. Rekaman CCTV dari tempat makan itu kemudian beredar di media sosial setelah diunggah oleh pihak kedai mi.
Dalam video yang beredar, peristiwa tersebut memperlihatkan seorang lansia terjatuh di area tempat makan. Kepolisian belum memaparkan secara rinci seluruh rangkaian kejadian sebelum dugaan pendorongan berlangsung.
Berawal dari Interaksi dengan Anak
Berdasarkan keterangan yang muncul dalam pemberitaan, kejadian bermula saat lansia itu mengusap kepala seorang anak perempuan. Ia disebut melakukan tindakan tersebut karena merasa gemas kepada anak itu.
Pria yang diduga merupakan ayah anak perempuan tersebut kemudian marah atas interaksi itu. Situasi selanjutnya diduga berujung pada pendorongan terhadap lansia hingga korban jatuh.
Kepada Channel News Asia, lansia tersebut menjelaskan bahwa tindakannya tidak dimaksudkan untuk memicu masalah. “Orang tua suka mengusap kepala anak kecil,” katanya.
Nyeri Muncul Setelah Kejadian
Anak laki-laki korban turut membagikan rekaman insiden tersebut melalui media sosial. Ia menyatakan ayahnya mulai merasakan sakit punggung yang parah setelah beberapa jam berlalu dari kejadian itu.
Menurut anak korban, ayahnya kini harus bergantung pada obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit yang dirasakan. Ia juga menilai permintaan maaf setelah insiden tidak serta-merta menghapus dampak fisik yang dialami ayahnya.
“Meskipun kami menghargai bahwa dia akhirnya meminta maaf, ayah saya kini menderita sakit punggung yang parah setelah kejadian tersebut,” ujar anak korban. Ia menegaskan bahwa minuman dan permintaan maaf tidak dapat menghilangkan rasa sakit maupun cedera yang dirasakan sang ayah.
Penyelidikan Masih Berjalan
Polisi Singapura mengimbau masyarakat untuk tidak membangun kesimpulan ketika pemeriksaan masih berlangsung. Dalam pernyataan resmi pada Minggu malam, kepolisian meminta publik tidak berspekulasi mengenai insiden maupun situasinya.
Aparat menyatakan masih mengumpulkan fakta secara menyeluruh untuk memahami konteks kejadian. Laporan The Independent menyebut pemeriksaan dilakukan untuk menilai seluruh keadaan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Rekaman insiden ini memunculkan perdebatan di media sosial mengenai interaksi orang asing dengan anak dan penggunaan kekerasan fisik terhadap lansia. Sebagian pihak memahami reaksi emosional orang tua, sementara pihak lain mengecam tindakan yang menyebabkan korban terjatuh.
Identifikasi terhadap pria berusia 40 tahun menjadi salah satu perkembangan awal dalam perkara ini. Hasil penyelidikan kepolisian akan menentukan gambaran yang lebih lengkap mengenai insiden di Bei-Ing Wanton Noodle tersebut.






