Toyota bZ4X di Jepang kini dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 246 jutaan. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibanding banderol awal SUV listrik itu yang berada di kisaran Rp 530 juta.
Penurunan harga terjadi setelah bZ4X menerima gabungan insentif kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV. Total keringanan yang tersedia disebut dapat mencapai sekitar Rp 290 jutaan.
Selisih harga tersebut membuat posisi bZ4X berubah di pasar Jepang. SUV listrik Toyota ini kini masuk rentang yang lebih dekat dengan sejumlah kendaraan listrik asal China yang dikenal menawarkan harga lebih rendah.
Kontras dengan Harga bZ4X di Indonesia
Kondisi di Jepang berbeda dengan pasar Indonesia, tempat bZ4X pernah diluncurkan sebagai mobil listrik pertama Toyota dengan harga di atas Rp 1 miliar. Setelah dirakit secara lokal, harga model ini turun ke kisaran Rp 700 jutaan.
Meski sudah lebih rendah dari banderol awalnya di Indonesia, bZ4X masih berada pada posisi harga yang cukup tinggi di kelas SUV listrik. Keringanan hingga ratusan juta rupiah seperti di Jepang belum tersedia untuk model tersebut di dalam negeri.
Insentif kendaraan listrik di Indonesia sempat mengalami penundaan. Informasi yang beredar juga menyebut keringanan tersebut diarahkan untuk mobil nasional.
Toyota turut menawarkan Urban Cruiser EV sebagai pilihan SUV listrik lain di Indonesia. Namun, model itu masih didatangkan langsung dari India dan dijual di kisaran Rp 700 jutaan.
Potongan Tambahan untuk Dukungan Energi Rumah
Program di Jepang tidak hanya berfokus pada potongan pembelian kendaraan. Pemilik mobil dapat memperoleh keringanan tambahan bila kendaraan memiliki fitur vehicle-to-load atau V2L.
Fitur V2L memungkinkan kendaraan menyalurkan daya baterai ke perangkat lain sehingga dapat berfungsi sebagai sumber listrik bergerak. Dukungan ini menjadi salah satu unsur yang memperbesar nilai insentif untuk kendaraan listrik tertentu.
Skema keringanan juga mencakup biaya pemasangan perangkat pendukung daya baterai. Biaya berlangganan sumber tenaga listrik serta kepemilikan rumah dengan panel surya turut masuk dalam dukungan tambahan tersebut.
Kombinasi subsidi kendaraan dan dukungan ekosistem energi inilah yang membuat harga bZ4X dapat turun tajam. Dengan akumulasi potongan sekitar Rp 290 jutaan, SUV listrik itu dapat dipasarkan di bawah Rp 300 juta di Jepang.
Nilai Insentif Berbeda Menurut Kelompok Merek
Menurut ridertua.com, program baru di Jepang dirancang untuk mendorong peralihan masyarakat ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Skemanya juga mencakup kendaraan hybrid, tetapi nilai potongannya lebih kecil dibanding BEV.
BEV memperoleh porsi keringanan terbesar dalam program tersebut. Dampaknya terlihat langsung pada harga jual Toyota bZ4X yang telah dipasarkan secara luas sebagai salah satu kendaraan listrik Toyota.
| Kelompok Merek | Contoh Merek | Nilai Insentif |
|---|---|---|
| Merek Jepang | Toyota, Suzuki, Honda | Sekitar Rp 45 jutaan |
| Merek global | BMW, Mercedes-Benz, Tesla | Sekitar Rp 33,5 jutaan |
| Merek China | BYD | Sekitar Rp 12 jutaan |
Besaran insentif tidak diberikan secara sama kepada seluruh merek dan model yang dijual di Jepang. Toyota, Suzuki, dan Honda disebut menerima keringanan sekitar Rp 45 jutaan, lebih tinggi daripada kelompok merek global.
BMW, Mercedes-Benz, dan Tesla memperoleh potongan sekitar Rp 33,5 jutaan. Sementara itu, BYD masuk dalam skema yang sama dengan nilai insentif sekitar Rp 12 jutaan.
Perbedaan tersebut muncul saat merek China sudah mampu menawarkan mobil listrik dengan harga lebih rendah tanpa bergantung pada subsidi besar. Bagi Toyota, gabungan insentif ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh kebijakan terhadap daya tarik harga bZ4X di Jepang.






