Jasa Marga mengandalkan layanan digital untuk membantu pengguna memantau kondisi lalu lintas sebelum dan selama perjalanan di jalan tol. Informasi real-time tersebut tersedia melalui aplikasi Travoy, termasuk tayangan CCTV pada sejumlah ruas.
Penguatan pemantauan ini relevan bagi pengguna yang perlu mempertimbangkan kondisi perjalanan, memilih waktu keberangkatan, atau mencari fasilitas di sepanjang jalan tol. Travoy juga memuat informasi tarif tol, lokasi rest area, serta akses layanan darurat melalui One Call Center 133.
Jaringan Tol yang Dikelola Jasa Marga
Skala jaringan yang dikelola Jasa Marga membuat ketersediaan informasi lalu lintas menjadi bagian penting dari layanan kepada pengguna jalan. Perusahaan saat ini memegang 36 konsesi jalan tol dengan total panjang jaringan mencapai 1.736 kilometer.
| Indikator | Data Jasa Marga |
|---|---|
| Konsesi jalan tol | 36 konsesi |
| Total panjang jaringan | 1.736 km |
| Ruas beroperasi komersial | 1.294 km |
| Pangsa pasar nasional | 42 persen |
Dari total jaringan tersebut, sepanjang 1.294 kilometer telah beroperasi secara komersial. Jasa Marga juga menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional.
Pemantauan arus kendaraan dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center yang berbasis data. Sistem ini mendukung pengelolaan operasional agar respons terhadap kondisi di setiap ruas dapat dilakukan secara terukur.
Informasi Perjalanan dalam Satu Aplikasi
Melalui Travoy, pengguna dapat mengakses beberapa kebutuhan dasar perjalanan tol dalam satu layanan digital. Fitur yang tersedia mencakup kondisi lalu lintas, CCTV real-time, informasi tarif, lokasi rest area, dan layanan One Call Center 133.
Ketersediaan data tersebut ditujukan untuk memberi gambaran situasi perjalanan kepada pengendara. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mengetahui kondisi ruas yang akan dilalui maupun mencari fasilitas pendukung saat berada di jaringan tol.
Penguatan layanan berbasis data itu menjadi bagian dari upaya Jasa Marga menjaga keselamatan, keandalan operasional, dan kualitas layanan. Pengelolaan informasi lalu lintas juga berkaitan dengan kebutuhan koordinasi saat terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Komitmen penguatan konektivitas tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan itu dihadiri jajaran Direksi, BOD-1 Jasa Marga Group, serta seluruh elemen pekerja perusahaan.
Menurut Investor Daily, pengelolaan infrastruktur jalan tol menjadi fokus Jasa Marga dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Perusahaan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga mutu layanan bagi pengguna jalan.
Operasional jaringan tol Jasa Marga dijalankan bersama Danantara Indonesia, Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian Republik Indonesia. Kerja sama tersebut disebut mendukung Asta Cita Pemerintah dalam pengelolaan infrastruktur nasional.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan, “Kebersamaan dan kolaborasi merupakan bagian penting dalam menjalankan operasional Jasa Marga untuk memastikan layanan kepada pengguna jalan dapat berjalan dengan baik.” Ia menilai semangat tersebut perlu dijaga agar kontribusi perusahaan bagi masyarakat dan Indonesia semakin besar.
Kepedulian bagi Warga NTT
Dalam peringatan kemerdekaan itu, Jasa Marga turut menyampaikan simpati kepada warga yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Rivan menekankan nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah duka yang dialami masyarakat.
“Duka mereka adalah duka kita bersama. Mari kita maknai kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian kepada sesama,” kata Rivan. Ia berharap masyarakat terdampak di NTT memperoleh kekuatan, ketabahan, serta perlindungan untuk segera bangkit dan pulih.






