Suzuki GSX-R150 membawa modal tenaga 18,9 hp dengan bobot sekitar 131 kg, kombinasi yang membuatnya unggul di atas kertas dalam urusan rasio performa dan kelincahan. Honda CBR150R merespons melalui torsi yang muncul lebih awal, posisi berkendara yang lebih bersahabat, serta perangkat penunjang untuk pengendaraan harian.
Pertarungan dua sportbike 150cc ini tidak semata ditentukan oleh kapasitas mesin yang hanya terpaut tipis. Karakter mesin, bobot, ergonomi, hingga fitur pengendalian menjadi pembeda utama bagi calon pembeli.
Performa puncak Suzuki menjadi pembeda
GSX-R150 memakai mesin satu silinder 147,3cc DOHC empat katup berpendingin cairan yang menghasilkan 18,9 hp pada 10.500 rpm. Torsinya mencapai 14 Nm pada 9.000 rpm, menunjukkan karakter yang lebih berorientasi pada putaran mesin tinggi.
Di sisi lain, CBR150R mengandalkan mesin 149,16cc DOHC empat katup dengan tenaga 16,9 hp pada 9.000 rpm. Torsi 14,4 Nm yang dicapai pada 7.000 rpm membuat tenaga putaran bawahnya lebih mudah diakses saat berkendara santai maupun menghadapi lalu lintas perkotaan.
| Aspek | Suzuki GSX-R150 | Honda CBR150R |
|---|---|---|
| Mesin | 147,3cc, 1 silinder, DOHC, 4 katup | 149,16cc, 1 silinder, DOHC, 4 katup |
| Tenaga | 18,9 hp pada 10.500 rpm | 16,9 hp pada 9.000 rpm |
| Torsi | 14 Nm pada 9.000 rpm | 14,4 Nm pada 7.000 rpm |
| Bobot | 131 kg | 137–139 kg |
| Tangki bahan bakar | 11 liter | 12 liter |
Selisih bobot memengaruhi karakter pengendaraan
Bobot GSX-R150 sekitar 131 kg, sedangkan CBR150R berada pada kisaran 137 hingga 139 kg. Selisih tersebut memberi Suzuki keuntungan saat melakukan manuver di jalan padat atau saat melintasi tikungan.
Fairing GSX-R150 dibuat ramping dengan proporsi bodi kompak yang mengikuti identitas keluarga GSX-R. Posisi duduknya tetap sporty, namun dirancang agar masih dapat digunakan untuk kebutuhan harian.
CBR150R memiliki bodi yang lebih berisi dan bobot lebih besar, yang mendukung rasa stabil ketika motor melaju pada kecepatan tinggi. Stangnya juga relatif lebih tinggi, sehingga postur berkendara terasa lebih ramah bagi pengendara yang tidak menginginkan posisi terlalu menunduk.
Perbedaan suspensi dan fitur pengendalian
Honda CBR150R menggunakan suspensi depan upside-down serta monoshock Pro-Link pada bagian belakang. Motor ini juga dibekali assist & slipper clutch untuk meringankan kerja tuas kopling dan membantu menjaga kestabilan roda belakang saat engine braking.
GSX-R150 menggunakan suspensi depan teleskopik dan rem cakram pada kedua roda. Perlengkapannya mencakup keyless ignition, Easy Start System, panel instrumen digital, serta lampu LED.
Kedua model menawarkan ABS pada varian tertentu dan sama-sama menggunakan lampu LED serta panel instrumen digital atau LCD digital. Namun, CBR150R menempatkan suspensi upside-down dan assist & slipper clutch sebagai nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan serta kontrol.
Harga varian di Jakarta
Menurut ridertua.com, GSX-R150 Keyless dibanderol Rp 36.100.000 OTR Jakarta, sedangkan varian ABS dipasarkan Rp 39.400.000 OTR Jakarta. Harga tersebut dicantumkan sebagai harga resmi Suzuki Indonesia untuk Agustus 2026.
Honda CBR150R dijual mulai Rp 39.270.000 OTR Jakarta. Varian Honda Tricolor ABS menjadi yang paling tinggi harganya, yaitu Rp 44.245.000 OTR Jakarta.
GSX-R150 lebih relevan bagi pengendara yang mengejar tenaga puncak, bobot rendah, dan respons lincah. CBR150R menawarkan pilihan berbeda melalui torsi yang tersedia pada putaran lebih rendah, ergonomi yang lebih santai, serta perangkat pengendalian yang lebih lengkap.






