Pasokan Utama Flores Pulih, 29 Desa Masih Menunggu Listrik karena Akses Terputus

Pasokan utama listrik di Pulau Flores telah kembali normal menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski demikian, 29 desa masih belum memperoleh layanan normal karena akses menuju wilayah terdampak belum sepenuhnya terbuka.

PT PLN (Persero) telah memulihkan seluruh 11 gardu induk yang terdampak bencana. Tahap pekerjaan berikutnya berfokus pada jaringan distribusi agar listrik dapat kembali mengalir hingga ke pelanggan di desa-desa yang masih terputus.

Gardu Induk Sudah Normal, Distribusi Masih Dikejar

Pemulihan gardu induk menjadi penanda bahwa pasokan utama kelistrikan di Flores telah kembali tersedia. Namun, normalnya sistem utama belum otomatis berarti seluruh pelanggan sudah menerima aliran listrik di rumah masing-masing.

Komponen PemulihanDataStatusKendala
Gardu induk terdampak11 unitSeluruhnya pulihPasokan utama telah normal
Desa di Flores1.557 desa29 desa belum pulihAkses terbatas dan wilayah terisolasi

Menurut laporan Medcom.id, sebagian besar jaringan distribusi telah kembali beroperasi hingga Minggu malam, 16/8. PLN tetap menempatkan tim di sejumlah lokasi untuk melakukan penilaian kerusakan, perbaikan, serta penormalan jaringan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan pasokan utama kelistrikan Flores sudah berada dalam kondisi normal. Fokus penanganan kini diarahkan untuk memastikan aliran listrik benar-benar sampai kepada masyarakat di seluruh titik terdampak.

“Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali sampai ke masyarakat di seluruh titik yang masih terdampak,” ujar Darmawan. PLN terus memperbaiki dan mengganti infrastruktur yang rusak, termasuk tiang serta jaringan distribusi.

Akses Wilayah Menentukan Kecepatan Pemulihan

Tantangan terbesar berada pada lokasi yang terdampak gempa bumi berkekuatan M7,7 dan longsor. Sejumlah dusun serta titik pelanggan masih sulit dijangkau karena jalur menuju kawasan tersebut terbatas atau terputus.

Kondisi medan membuat petugas harus menentukan jalur paling memungkinkan sebelum membawa material dan peralatan perbaikan. Proses ini penting karena pekerjaan distribusi berada dekat dengan permukiman dan membutuhkan penanganan yang aman.

PLN menegaskan percepatan pemulihan tidak dapat mengabaikan pemeriksaan jaringan sebelum penyalaan kembali dilakukan. Setiap bagian jaringan perlu dipastikan aman bagi masyarakat maupun petugas yang bekerja di lapangan.

“Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan,” tutur Darmawan. Karena itu, penormalan listrik di lokasi terdampak dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.

Koordinasi Dibutuhkan untuk Menjangkau Desa Terisolasi

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan beberapa titik memerlukan penggantian infrastruktur akibat kerusakan. Wilayah yang belum mudah dijangkau juga membuat pelaksanaan pekerjaan harus menyesuaikan situasi keamanan.

PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan pihak terkait untuk membantu membuka akses menuju kawasan terisolasi. Dukungan lintas lembaga diperlukan agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat.

Personel dan peralatan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan maupun gangguan lanjutan. Perubahan kondisi di lapangan masih dapat memengaruhi jaringan yang telah berhasil dinormalkan.

Eko meminta masyarakat memahami bila pemulihan di beberapa lokasi memerlukan waktu lebih panjang. PLN menyatakan akan terus mengawal perbaikan hingga seluruh pelanggan kembali memperoleh pasokan listrik dengan keselamatan sebagai prioritas.

Baca Juga