PAM JAYA membuka ulang prakualifikasi mitra strategis untuk proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai sekitar Rp792,8 miliar. Keputusan itu diambil karena proses sebelumnya hanya menghasilkan satu calon mitra yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Seleksi ulang menjadi tahapan penting bagi rencana penambahan pasokan air minum perpipaan di Jakarta. PAM JAYA menargetkan air hasil proyek tersebut mulai dapat diserap pada 2028.
Pendaftaran dan pengambilan dokumen prakualifikasi berlangsung pada 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB hingga 27 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Badan usaha Indonesia maupun asing dapat mengikuti proses ini, termasuk melalui bentuk konsorsium.
Peserta harus menyampaikan surat pernyataan minat atau letter of intent serta menyetujui non-disclosure agreement sesuai format yang ditetapkan PAM JAYA. Dokumen pernyataan minat dapat dikirim secara digital ke sekretariat.proyek.ipa@pamJAYA.co.id dengan subjek PENDAFTARAN CALON MITRA KERJA SAMA – IPA [Nama Perusahaan/Konsorsium].
Dua Fasilitas Baru dengan Kapasitas 1.200 Liter per Detik
Proyek ini mencakup pembangunan dan revitalisasi dua fasilitas pengolahan air dengan total kapasitas 1.200 liter per detik. Pasokan dari kedua IPA direncanakan menjangkau Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
| Proyek | Kapasitas | Sumber Air Baku | Wilayah Layanan |
|---|---|---|---|
| IPA Condet | 1.000 liter per detik | Sungai Ciliwung | Jakarta Selatan dan Jakarta Timur |
| IPA Semanan | 200 liter per detik | Sungai Angke melalui Intake Duri Kosambi | Jakarta Barat |
IPA Condet menjadi fasilitas dengan kapasitas terbesar dalam kerja sama tersebut, yaitu 1.000 liter per detik. Instalasi ini akan menggunakan air baku dari Sungai Ciliwung untuk melayani Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Sementara itu, IPA Semanan dirancang berkapasitas 200 liter per detik. Sumber air bakunya berasal dari Sungai Angke melalui Intake Duri Kosambi untuk mendukung layanan di Jakarta Barat.
Tambahan kapasitas ini masuk dalam agenda perluasan jaringan air minum perpipaan di Ibu Kota. PAM JAYA menargetkan cakupan pelayanan air minum perpipaan Jakarta mencapai 100% pada 2029.
Mitra Menanggung Pembiayaan hingga Pengoperasian
Kerja sama proyek menggunakan skema build-operate-transfer atau BOT. Mitra strategis akan membiayai pembangunan, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas sebelum menyerahkannya kembali kepada PAM JAYA pada akhir masa kerja sama.
Pengembalian investasi direncanakan melalui mekanisme water charge. Komponen pembayaran tersebut mencakup belanja modal atau CAPEX, biaya operasional atau OPEX, serta margin.
Skema kerja sama juga menerapkan ketentuan take-or-pay atau ToP. Ketentuan ini menjadi bagian dari rancangan pengembalian investasi yang ditawarkan dalam proyek IPA tersebut.
Calon mitra wajib memiliki izin usaha yang sah dan tidak mempunyai pertentangan kepentingan dalam proses kerja sama. Peserta juga tidak boleh berada dalam pengampuan, pailit, menghentikan kegiatan usaha, atau sedang menjalani perkara pidana.
Kriteria seleksi mencakup kemampuan keuangan yang sehat, pengalaman pembiayaan, dan kepatuhan perpajakan. PAM JAYA juga mensyaratkan pengalaman membangun, mengoperasikan, serta memelihara instalasi pengolahan air.
Peserta diwajibkan mengungkapkan seluruh perselisihan material dan menyerahkan dokumen kualifikasi secara lengkap serta tepat waktu. Prakualifikasi ulang ini menindaklanjuti proses pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026 yang hanya meloloskan satu calon mitra.
Pelaksanaan seleksi mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2022 yang telah diubah melalui Pergub Nomor 48 Tahun 2025. Acuan lainnya ialah Keputusan Direksi PAM JAYA Nomor 65 Tahun 2022 beserta perubahan melalui Kepdir Nomor 169 Tahun 2022 dan Nomor 217 Tahun 2025.






