Dari Air hingga Media, Jejak Bisnis Salim Menyentuh Layanan Harian di Filipina

Jejak bisnis Anthoni Salim di Filipina menjangkau sejumlah layanan yang digunakan masyarakat setiap hari, mulai dari telekomunikasi, listrik, air, hingga jalan tol. Luasnya cakupan tersebut membuat aset di Filipina memiliki posisi penting dalam portofolio regional kelompok Salim.

The Manila Times menulis sekitar 80 persen warga Filipina di Metro Manila kemungkinan membeli produk atau memakai layanan yang terkait dengan kelompok Salim. Gambaran itu mencerminkan keberadaan bisnis grup pada berbagai kebutuhan dasar dan infrastruktur perkotaan.

Jangkauan hingga Industri Media

Selain utilitas dan infrastruktur, kelompok ini juga memiliki kepentingan dalam industri media melalui MediaQuest Holdings serta sejumlah entitas yang terhubung dengannya. Kehadirannya mencakup media cetak, televisi, penyiaran, dan layanan televisi berbayar.

MediaQuest Holdings disebut membeli 20 persen saham The Philippine Star atau Philstar pada 2009. Lima tahun kemudian, Hastings Holdings membeli tambahan 31 persen saham sehingga BTF Holdings menguasai 51 persen saham Philstar.

Struktur tersebut berawal dari pendirian BTF Holdings oleh PLDT Beneficial Trust Fund pada 2012. BTF Holdings memiliki seluruh saham MediaQuest Holdings, sedangkan MediaQuest memiliki Hastings Holdings.

Kepentingan media kelompok ini juga disebut mencakup BusinessWorld, Philippine Daily Inquirer, TV5 Network, Nation Broadcasting Corp., Cignal TV, dan The Freeman di Cebu. Portofolio itu memperluas cakupan usaha grup di luar layanan infrastruktur yang lebih dahulu menjadi pijakan bisnisnya.

Perusahaan pada Layanan Strategis

Ekspansi kelompok Salim-Pangilinan di Filipina banyak berjalan melalui First Pacific, perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan Anthoni Salim. Anthoni Salim disebut sebagai pemegang saham terbesar First Pacific dengan kepemilikan 45,2 persen.

Melalui First Pacific, kepentingan bisnis grup tersebar pada sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang strategis. Rincian perusahaan dan sektor utamanya dapat dilihat pada tabel berikut.

PerusahaanSektorPosisi dalam Portofolio
PLDTTelekomunikasiFirst Pacific disebut pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 27,2 persen, termasuk kepentingan ekonomi 1,6 persen.
SmartTelekomunikasiMenjadi bagian dari pengembangan bisnis kelompok melalui PLDT.
MeralcoDistribusi listrikTermasuk perusahaan dalam portofolio kelompok Salim-Pangilinan.
MayniladDistribusi airMenjadi bagian dari bisnis layanan air dalam portofolio grup.
Metro Pacific TollwaysJalan tolMengoperasikan bisnis jalan tol di Filipina.

PLDT menjadi salah satu titik penting dalam perluasan bisnis tersebut. Setelah kelompok ini mengambil alih perusahaan telekomunikasi itu, ekspansi berlanjut ke sektor-sektor lain yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan Smart melalui PLDT memperkuat posisi kelompok di bidang telekomunikasi. Sementara itu, Meralco, Maynilad, dan Metro Pacific Tollways menempatkan portofolio grup pada distribusi listrik, air, serta jaringan jalan tol.

Peran Filipina dalam Sumber Keuntungan

Pada dekade 1980-an, sebagian besar pendapatan konglomerasi Salim masih berasal dari perusahaan yang berbasis di Indonesia. Situasi ini disebut berubah setelah 2000 ketika porsi keuntungan terbesar berasal dari perusahaan Salim di Filipina.

Pergeseran tersebut menunjukkan besarnya kontribusi aset Filipina bagi kelompok usaha itu. Sejumlah bisnis yang dikelola berada pada sektor dengan kebutuhan tinggi dan, dalam beberapa kasus, memiliki karakteristik monopoli atau mendekati monopoli.

Manuel V. Pangilinan dikenal luas sebagai wajah First Pacific di Filipina. Namun, laporan tahunan First Pacific sejak 2005 yang dikutip The Manila Times menyebut kepemilikan saham Pangilinan berada di kisaran 0,20 persen.

Menurut Kompas.com yang mengutip The Manila Times, Pangilinan direkrut setelah jatuhnya Soeharto pada 1998 untuk mengorganisasi dan memimpin First Pacific. Pangilinan dikenal sebagai bankir Filipina yang berbasis di Hong Kong.

Gabungan aset di telekomunikasi, listrik, air, jalan tol, dan media membentuk jaringan usaha yang tersebar pada layanan penting di Filipina. Bagi kelompok Salim, negara tersebut berkembang bukan hanya sebagai pasar ekspansi, melainkan pusat kegiatan usaha dengan kontribusi besar bagi portofolio regional.

Baca Juga