Bantuan Beras untuk NTT Mendekati Rp100 Miliar, Stok Nasional Tetap 5,2 Juta Ton

Pemerintah telah mengirim bantuan beras bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur dengan nilai yang mendekati Rp100 miliar. Penyaluran bantuan beras di NTT itu dilakukan tanpa mengganggu persediaan pangan nasional yang disebut mencapai 5,2 juta ton.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras tetap mencukupi di tengah kebutuhan penanganan bencana. “Stok kita 5,2 juta. Aman, insyaallah aman,” kata Amran.

Persediaan tersebut dinilai dapat menopang kebutuhan masyarakat secara luas, termasuk pengiriman logistik darurat ke wilayah terdampak. Pemerintah menyebut stok beras berada pada kisaran lima kali lipat sehingga distribusi ke NTT tidak mengganggu pasokan nasional.

Distribusi Menjangkau Empat Kabupaten

Penyaluran pangan telah dilakukan ke Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka. Keempat kabupaten itu menerima alokasi tanggap bencana serta bantuan pangan reguler dalam jumlah berbeda.

KabupatenBantuan BencanaBantuan Pangan Reguler
Manggarai31,63 ton1.799 ton
Manggarai Timur153 ton1.661 ton
Ngada8,06 ton444,21 ton
Sikka6,88 ton1.281,36 ton

Kementerian Pertanian sebelumnya mendistribusikan total 5.386 ton beras senilai Rp75,4 miliar ke empat daerah tersebut. Angka itu mencakup bantuan pangan reguler yang dipisahkan dari alokasi khusus untuk respons kebencanaan.

Alokasi tanggap bencana untuk NTT secara keseluruhan mencapai 200,35 ton beras. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang berada di kawasan darurat.

Keputusan Diambil saat Bencana Terjadi

Amran menyatakan keputusan pengiriman beras dibuat pada hari Sabtu ketika bencana terjadi. Koordinasi dilakukan langsung dengan Direktur Utama Perum Bulog agar distribusi tidak tertahan penyelesaian administrasi.

Menurut Amran, kebutuhan warga menjadi pertimbangan utama dalam penyaluran logistik pada situasi darurat. “Yang butuh beras diberi. Nanti tanda tangannya menyusul,” ujarnya.

Langkah tersebut membuat beras dapat dikirim lebih cepat sejak awal bencana. Dana untuk bantuan ini menggunakan anggaran kebencanaan dari APBN melalui Badan Pangan Nasional.

Minyak Goreng Bisa Menyusul

Pemerintah juga membuka kemungkinan pengiriman minyak goreng apabila komoditas itu dibutuhkan di lapangan. Namun, bantuan yang telah dipastikan dialokasikan dalam penanganan bencana ini adalah beras.

Kesiapan stok beras nasional dan koordinasi dengan Perum Bulog menjadi dasar percepatan pengiriman pangan. Pasokan darurat diharapkan menjangkau warga terdampak di Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, serta wilayah lain yang memerlukan bantuan.

Baca Juga