Menang 3-0 Tak Membuat Mourinho Puas, Real Madrid Masih Harus Menyatu

Kemenangan 3-0 atas Schalke belum membuat Jose Mourinho berpuas diri. Pelatih Real Madrid itu menilai pekerjaan terpenting pada pramusim bukan sekadar hasil, melainkan menyatukan para pemain berkualitas menjadi satu tim yang kokoh.

Hasil meyakinkan di Veltins Arena pada Minggu (16/8) menunjukkan potensi besar yang dimiliki Los Blancos. Namun, Mourinho menegaskan bahwa kualitas individu saja belum cukup untuk membentuk kekuatan yang benar-benar siap bersaing.

Kylian Mbappe membuka daftar gol Real Madrid dalam pertandingan tersebut. Dean Huijsen dan Carlos Espi kemudian melengkapi kemenangan timnya menjadi tiga gol tanpa balas.

Skor besar itu menjadi penampilan paling meyakinkan Real Madrid dalam rangkaian laga uji coba yang disebutkan. Sebelumnya, dua kemenangan awal mereka diraih dengan margin tipis 1-0.

Rekor Pramusim Real Madrid

LawanHasilKeterangan
FerencvarosMenang 1-0Kemenangan awal pramusim
Deportivo La CorunaMenang 1-0Kemenangan awal pramusim
SchalkeMenang 3-0Laga uji coba terakhir

Menurut Detik Sport, Real Madrid belum terkalahkan dalam empat laga pramusim dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan itu memberi modal positif, tetapi belum menjadi alasan bagi Mourinho untuk mengendurkan tuntutan terhadap skuadnya.

Perhatian Mourinho tertuju pada proses membangun pemahaman antarpemain. Ia tidak ingin pembicaraan mengenai tim hanya berhenti pada penampilan seorang pemain, meski skuadnya dihuni banyak nama dengan kualitas tinggi.

“Saat ini, sulit untuk membicarakan individu secara terpisah karena kami sedang berkembang sebagai sebuah tim,” ujar Mourinho. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa seluruh pemain masih berada dalam tahap membangun kerja sama di lapangan.

Bukan Sekadar Kumpulan Pemain Berbakat

Mourinho melihat Real Madrid memiliki kedalaman kualitas yang sangat besar. Meski demikian, ia menilai talenta tersebut harus dipadukan melalui kerja keras agar menghasilkan permainan kolektif yang kuat.

“Di sini, kami hanya memiliki pemain bagus, pemain yang sangat bagus, dan pemain yang luar biasa bagus,” kata Mourinho. “Dari kombinasi kerja keras para pemain ini, kami harus membentuk tim yang sangat hebat.”

Pernyataan itu memperlihatkan standar yang dipasang Mourinho setelah kemenangan atas Schalke. Baginya, gol dari Mbappe, Huijsen, dan Espi merupakan bagian positif dari proses, bukan ukuran akhir keberhasilan tim.

Dua kemenangan 1-0 atas Ferencvaros dan Deportivo La Coruna juga memberi gambaran bahwa Real Madrid masih mencari konsistensi permainan. Kemenangan 3-0 pada laga terakhir kemudian menjadi tanda adanya perkembangan dalam pramusim.

Meski begitu, Mourinho tetap menempatkan soliditas sebagai prioritas utama. Ia ingin setiap kualitas yang dimiliki pemain dapat bekerja dalam satu pola permainan, bukan tampil sebagai kekuatan yang berdiri sendiri-sendiri.

Real Madrid disebut telah mengambil langkah yang tepat dalam proses tersebut. Tantangan berikutnya adalah menjaga kerja keras para pemain agar perkembangan yang terlihat selama pramusim dapat membentuk tim yang semakin tangguh.

Rekor tiga kemenangan dan satu hasil imbang memang memberi dasar yang menjanjikan. Akan tetapi, fokus Mourinho tetap sama, yakni menjadikan Real Madrid sebagai tim yang menyatu melalui kombinasi talenta dan kerja kolektif.

Baca Juga