Arsenal memasuki persaingan Liga Inggris dengan keuntungan yang tidak dimiliki sebagian besar rival utamanya, yakni kesinambungan di bawah Mikel Arteta. Saat Manchester City, Liverpool, dan Chelsea menjalani perubahan arah, The Gunners telah memiliki fondasi tim yang lebih mapan.
Kondisi tersebut membuat Arsenal dipandang sebagai kandidat terkuat untuk kembali merebut gelar. Mantan bek Manchester City, Joleon Lescott, menilai rintangan yang dihadapi klub London utara itu lebih sedikit dibandingkan pesaingnya.
Transisi Menjadi Beban Para Pesaing
Perubahan manajer menempatkan Manchester City, Liverpool, dan Chelsea dalam fase penyesuaian. Setiap tim perlu menyatukan pendekatan pelatih baru dengan komposisi pemain yang tersedia.
| Klub | Situasi | Dampak dalam Persaingan |
|---|---|---|
| Manchester City | Masa transisi setelah pergantian manajer | Masih menata arah tim |
| Liverpool | Masa transisi setelah pergantian manajer | Masih menata arah tim |
| Chelsea | Masa transisi setelah pergantian manajer | Masih menata arah tim |
| Manchester United | Melanjutkan pembangunan bersama Michael Carrick | Proses pembentukan tim masih berjalan |
Manchester United juga belum sepenuhnya keluar dari proses pembangunan skuad bersama Michael Carrick. Situasi itu membuat stabilitas Arsenal tampak semakin menonjol di antara klub-klub besar lainnya.
Lescott menyebut terlalu dini untuk membuat prediksi mutlak mengenai juara. Namun, ia tetap menempatkan Arsenal sebagai tim yang paling layak diperhitungkan pada tahap ini.
“Memang terlalu dini untuk membuat prediksi, tapi Anda akan bilang Arsenal,” kata Lescott kepada Mirror. Menurutnya, sejumlah faktor penting saat ini lebih berpihak kepada tim asuhan Arteta.
Keyakinan dari Status Juara Bertahan
Arsenal datang sebagai juara bertahan setelah mengakhiri penantian gelar Premier League selama 22 tahun pada musim sebelumnya. Keberhasilan itu dibangun melalui performa yang solid dan stabil sepanjang musim.
Pendekatan bermain Arsenal sempat dinilai pragmatis oleh sejumlah pihak. Meski demikian, cara tersebut terbukti cukup efektif untuk membawa mereka melewati persaingan dan mengamankan titel liga.
Status sebagai juara bertahan tentu meningkatkan tekanan pada skuad Arsenal. Namun, pencapaian musim lalu juga memberi para pemain keyakinan nyata bahwa mereka dapat bersaing di level tertinggi.
“Menimbang faktor-faktor kunci, mereka mungkin punya rintangan yang lebih sedikit,” ujar Lescott. Ia menilai hubungan berkelanjutan antara Arteta dan para pemain menjadi modal penting bagi Arsenal.
Tambahan Kekuatan dari Bursa Transfer
Arsenal tidak hanya mengandalkan kerangka tim yang sudah ada. Klub itu mendatangkan Christo Tzolis dan Bruno Guimaraes untuk menambah pilihan dalam skuad.
Kedua pemain baru tersebut telah memberi kontribusi dalam kemenangan Arsenal pada ajang Community Shield. The Gunners menundukkan Manchester City dengan skor 3-0 pada laga itu.
Hasil tersebut menjadi awal yang positif sebelum kompetisi liga kembali berjalan. Arsenal juga disebut masih berpeluang melanjutkan upaya memperkuat komposisi pemainnya di bursa transfer.
Arteta mengisyaratkan aktivitas klub dalam mendatangkan pemain belum tentu berhenti. Jika tambahan kekuatan kembali hadir, Arsenal akan memiliki pilihan yang lebih luas untuk menjaga daya saing sepanjang musim.
Lescott mengakui mempertahankan gelar tidak pernah menjadi pekerjaan mudah. “Saya tahu seberapa sulitnya juara dua kali beruntun, tapi begitulah pendapat utama saya,” katanya.
Kombinasi status juara bertahan, tambahan pemain, serta kestabilan kepemimpinan Arteta membuat Arsenal berada di posisi yang menguntungkan. Para rival masih memiliki waktu untuk menemukan bentuk terbaik, tetapi Arsenal telah memulai persaingan dengan dasar yang lebih jelas.






