Jeremy Jacquet langsung memberi dampak dengan mencetak gol saat Liverpool menang 2-0 atas Como dalam laga uji coba. Penampilan bek baru itu mendapat penilaian positif dari Virgil van Dijk, terutama karena ia tampil tenang dan berani di lini belakang.
Van Dijk juga melihat sinyal baik dari Ronald Araujo, yang dimainkan pada babak kedua. Kedua pemain memperlihatkan karakter berbeda, tetapi sama-sama memberi pilihan bagi susunan pertahanan Liverpool.
Kemenangan atas Como pada Senin (17/8/2026) dini hari WIB tidak hanya menjadi soal hasil pertandingan. Laga tersebut memberi kesempatan bagi para pemain belakang untuk mulai mengenali respons rekan setim dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
Dua Pendekatan di Lini Belakang
Jacquet tampil sejak babak pertama bersama Van Dijk dan meninggalkan kesan melalui ketenangannya ketika menguasai serta mengamankan bola. Keberaniannya di area pertahanan juga disertai kontribusi gol dalam laga tersebut.
Setelah jeda, Araujo masuk menggantikan Jacquet dengan gaya yang berbeda. Ia lebih agresif dalam menjaga pertahanan dan dinilai rapi ketika menutup ruang yang dapat dimanfaatkan lawan.
| Pemain | Waktu Bermain | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Jeremy Jacquet | Babak pertama | Tenang, berani, dan mencetak gol |
| Ronald Araujo | Babak kedua | Agresif serta rapi menutup ruang |
Perbedaan karakter itu menjadi gambaran awal bagi Liverpool tentang potensi dua bek barunya. Jacquet menawarkan ketenangan dalam mengelola situasi, sedangkan Araujo menunjukkan pendekatan lebih langsung saat menghadapi ancaman di area pertahanan.
Meski demikian, Van Dijk menegaskan bahwa penilaian awal tersebut belum berarti koneksi antarpemain sudah terbentuk sepenuhnya. Hubungan di lini belakang, menurut dia, membutuhkan pengalaman bersama dalam pertandingan.
“Kami akan membangun kerja sama dengan bertanding. Saya tak akan bilang itu satu-satunya, tapi pertandingan itu beda banget sama latihan,” ujar Van Dijk seperti dilansir Liverpool Echo.
Pertandingan Menjadi Ruang Membangun Pemahaman
Bagi pemain bertahan, pertandingan menghadirkan tuntutan yang berbeda dibanding sesi latihan. Keputusan harus diambil dengan cepat ketika lawan membuka ruang atau mencoba membangun serangan ke wilayah pertahanan.
Karena itu, laga uji coba memberi nilai penting untuk membaca kebiasaan setiap pemain dalam kondisi nyata. Pemahaman terhadap posisi, pergerakan, dan momen bertahan dapat berkembang melalui pengalaman bermain bersama.
Van Dijk turut menyoroti komunikasi sebagai bagian dari proses adaptasi tersebut. Ia menyebut kemampuan bahasa Inggris Jacquet sedikit lebih baik dibandingkan Araujo.
Namun, kapten Liverpool itu tidak menganggap bahasa sebagai satu-satunya dasar koordinasi. Menurutnya, pemain sepak bola juga mampu mengenali kebutuhan bertahan melalui pembacaan situasi di lapangan.
“Bahasa Inggris Jeremy, saya akan bilang sedikit lebih baik ketimbang Ronald. Tapi pada akhirnya kami semua pesepakbola yang cukup mahir, kami bisa melihat dan mencium sejumlah momen untuk menentukan bagaimana bertahan di situasi-situasi tertentu,” lanjut Van Dijk.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi verbal hanya salah satu unsur dalam membangun pertahanan yang solid. Reaksi terhadap tekanan lawan dan kemampuan membaca momen tetap menjadi bagian penting dari kerja sama antarpemain.
Koneksi Masih Perlu Waktu
Van Dijk tidak menutupi bahwa proses menyatukan pemain baru membutuhkan waktu. Hal itu dinilainya wajar dalam sebuah tim yang sedang membangun koneksi di antara para pemain belakangnya.
“Tapi cukup jelas bahwa kami perlu membentuk koneksi bersama-sama dan itu butuh waktu. Menurut saya sih ini normal saja, tapi semoga kami bisa membereskannya sesegera mungkin,” tutupnya.
Penampilan melawan Como memberi gambaran awal tentang kemampuan Jacquet dan Araujo dalam dua pendekatan yang berbeda. Tahap berikutnya bagi Liverpool adalah mengubah potensi tersebut menjadi koordinasi yang semakin padu saat bertanding.






