Marc Marquez membawa catatan delapan kemenangan ke MotoGP Aragon, sebuah rekor yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi para pebalap Aprilia. Pebalap Ducati itu juga memenangi balapan di sirkuit tersebut pada 2024 dan 2025.
Rekor tersebut hadir ketika Aprilia sedang menguasai tiga posisi teratas klasemen MotoGP 2026. Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura kini berada di depan, tetapi keunggulan mereka masih dapat berubah dalam persaingan yang rapat.
Aragon Menjadi Trek Andalan Marquez
Aragon menjadi salah satu sirkuit paling produktif dalam karier Marc Marquez. Jumlah delapan kemenangannya jauh melampaui Case Stoner dan Jorge Lorenzo, yang masing-masing mencatatkan dua kemenangan di trek ini.
Keunggulan historis itu membuat Aprilia tidak dapat hanya mengandalkan posisi klasemen saat ini. Marc Marquez berada di urutan keempat, tetapi jaraknya dari puncak masih berada dalam 41 poin.
Fabio Di Giannantonio menjadi pebalap Ducati lain yang ikut menjaga tekanan terhadap barisan depan. Ia menempati posisi kelima dan juga berada dalam rentang 41 poin dari pemuncak klasemen.
| Pebalap | Motor | Posisi | Selisih dari Puncak |
|---|---|---|---|
| Jorge Martin | Aprilia | 1 | – |
| Marco Bezzecchi | Aprilia | 2 | Dalam 37 poin |
| Ai Ogura | Aprilia | 3 | Dalam 37 poin |
| Marc Marquez | Ducati | 4 | Dalam 41 poin |
| Fabio Di Giannantonio | Ducati | 5 | Dalam 41 poin |
Dominasi Aprilia Belum Menentukan
Jorge Martin memimpin klasemen sementara dengan 240 poin. Selisihnya dengan Ai Ogura yang berada di posisi ketiga hanya 37 poin, sehingga persaingan internal Aprilia pun tetap terbuka.
Posisi tiga besar yang seluruhnya ditempati pebalap Aprilia menunjukkan kekuatan pabrikan tersebut pada fase musim ini. Namun, dua pebalap Ducati yang membuntuti membuat perebutan gelar belum dapat dianggap aman.
Masih terdapat 10 seri tersisa dengan total 370 poin yang tersedia. Situasi itu memberi ruang besar bagi perubahan susunan klasemen, terutama bila hasil di Aragon tidak berpihak kepada Aprilia.
Rivola Menunggu Jawaban di Aragon
CEO Aprilia Massimo Rivola menilai MotoGP Aragon dapat memberi gambaran lebih jelas tentang rival utama dalam perebutan gelar. Menurut laporan sport.detik.com, ia secara khusus menempatkan Marc Marquez sebagai pebalap yang patut diperhatikan.
“Kami tahu bahwa Aragon itu lintasannya Marc,” ungkap Rivola. Pernyataan itu menegaskan bahwa rekam jejak Marquez di sirkuit tersebut menjadi faktor penting, terlepas dari posisinya yang masih di luar tiga besar.
Rivola juga menilai balapan ini dapat membantu membaca arah kompetisi pada seri-seri berikutnya. “Masih ada 370 poin yang diperebutkan, tapi Aragon bisa memberi kami sebuah gambaran siapa yang akan jadi pesaing juara sesungguhnya ke depannya,” imbuhnya.
Bagi Aprilia, Aragon menjadi kesempatan untuk mempertahankan kendali atas klasemen melalui Martin, Bezzecchi, dan Ogura. Pada saat yang sama, seri ini menjadi pengukur apakah dominasi mereka mampu meredam kebangkitan Marc Marquez di trek yang paling dikuasainya.






