Kabin BYD Atto 1 Berpotensi Jauh Lebih Lapang, Tenaga Motor Naik ke 127 HP

Bocoran pembaruan BYD Atto 1 mengarah pada perubahan yang berdampak langsung terhadap kenyamanan penumpang. Jarak sumbu rodanya disebut bertambah sekitar 150 mm, sehingga ruang di baris kedua berpotensi terasa lebih lega dibandingkan model sebelumnya.

Perubahan tersebut penting bagi mobil listrik kompak yang menyasar penggunaan harian. Tambahan wheelbase biasanya memberi ruang lebih baik untuk kaki penumpang, meski konfigurasi kabin produksi masih menunggu pengumuman resmi BYD.

Dimensi Membesar dan Motor Lebih Bertenaga

Model yang di China dikenal sebagai BYD Seagull ini disebut memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Wheelbase-nya tercatat 2.650 mm, menjadi salah satu penanda utama bahwa bodinya mengalami pembesaran.

Pembaruan juga disebut menjangkau sektor penggerak listrik. Motor yang digunakan dikabarkan memiliki daya maksimum 95 kW atau sekitar 127 hp, dengan kecepatan maksimum hingga 150 km/jam.

AspekData yang BeredarDampak Potensial
Dimensi bodi4.205 x 1.810 x 1.570 mmBodi lebih besar
Wheelbase2.650 mmNaik sekitar 150 mm
Ban205/60 R16Menyesuaikan dimensi baru
Motor listrik95 kW atau sekitar 127 hpKecepatan maksimum 150 km/jam

Ukuran ban yang disebut akan dipakai adalah 205/60 R16. Kombinasi roda, dimensi bodi, dan wheelbase baru itu menunjukkan bahwa pembaruan tidak hanya berfokus pada tampilan luar.

Liputan6 yang mengutip CarNewsChina melaporkan foto-foto bocoran juga memperlihatkan penataan ulang area kabin. Perubahan itu mengarah pada pendekatan yang lebih ringkas sekaligus fungsional untuk kendaraan listrik entry-level.

Layar Besar Menjadi Pusat Pengoperasian

Dasbor pada model yang bocor tampak mengandalkan satu layar besar di bagian tengah. Pada foto yang beredar, tidak terlihat panel instrumen digital terpisah tepat di depan pengemudi.

Informasi berkendara kemungkinan akan dipusatkan pada layar utama tersebut. Namun, belum ada keterangan mengenai resolusi layar maupun kemampuan pemrosesan dibandingkan versi yang lebih lama.

BYD masih mempertahankan sejumlah tombol fisik di bawah kisi-kisi pendingin udara. Kehadiran tombol ini memungkinkan beberapa fungsi kendaraan diakses tanpa seluruhnya bergantung pada layar sentuh.

Konsol tengah juga disebut memakai rancangan dua tingkat. Ruang pada bagian bawah konsol dapat memberi tempat penyimpanan tambahan bagi barang berukuran kecil.

Setir mendapat tombol berbentuk kotak dengan sudut membulat. Interior tetap menggunakan nuansa biru laut, sementara aksen merah di sisi jok memberi sentuhan visual yang lebih sporty.

Baterai dan LiDAR Belum Memiliki Kepastian

Untuk pasokan energi, model ini masih disebut menggunakan baterai LFP atau lithium iron phosphate. Kapasitas baterai dan jarak tempuh resminya belum diungkap secara lengkap.

LiDAR turut menjadi perangkat yang berpotensi hadir pada model pembaruan ini. Teknologi tersebut dapat membantu kendaraan mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, tetapi penerapannya masih belum dapat dipastikan.

Jika LiDAR benar digunakan, perangkat tersebut dapat menjadi pembeda di tengah persaingan mobil listrik kompak China yang semakin ketat. Teknologi bantuan pengemudi mulai menjadi nilai tambah pada segmen ini, meski kelengkapan akhirnya tetap bergantung pada versi produksi.

BYD Seagull berada dalam jajaran Ocean Network milik BYD dan diposisikan sebagai model entry-level. Di sejumlah pasar internasional, mobil yang sama juga menggunakan nama Dolphin Mini, Dolphin Surf, dan BYD Atto 1.

Waktu peluncuran, harga, kapasitas baterai, jarak tempuh, serta daftar fitur resmi belum diumumkan. Karena itu, detail yang beredar saat ini masih memberikan gambaran arah pengembangan, bukan spesifikasi final kendaraan.

Baca Juga