Ancaman dari Luar Tubuh Tetap Menentukan Usia, Meski Gen Berperan Sejak Kandungan

Gen yang dibawa manusia sejak dalam kandungan memang berperan besar dalam potensi usia hidup, tetapi bukan satu-satunya penentu. Kekerasan, kecelakaan lalu lintas, dan wabah penyakit juga dapat mengubah perjalanan usia karena berasal dari risiko di luar tubuh.

Faktor luar itu disebut mortalitas ekstrinsik, yaitu penyebab kematian yang tidak berakar pada kondisi biologis seseorang. Kehadirannya menjadi alasan penting mengapa angka harapan hidup tidak dapat dijelaskan hanya melalui genetik.

Pengaruh Risiko Eksternal dalam Perhitungan Usia

Peneliti menilai pengaruh mortalitas ekstrinsik perlu diperhitungkan saat mengukur kaitan antara gen dan usia hidup. Risiko tersebut dapat menyebabkan kematian lebih dini tanpa mencerminkan kekuatan atau kelemahan biologis yang diwariskan sejak lahir.

Data penelitian kembar lama menghadapi keterbatasan karena penyebab kematian tidak dicatat secara terperinci. Menurut CNBC Indonesia, kondisi itu membuat koreksi terhadap pengaruh kematian dari luar tubuh menjadi sulit dilakukan pada kajian terdahulu.

Tim dari Weizmann Institute of Science di Israel kemudian mengkaji kembali data studi genetik pada anak kembar di Swedia dan Denmark. Data yang berasal dari penelitian abad ke-19 itu dihitung ulang dengan memasukkan variabel yang dinilai lebih tepat.

Penghitungan ulang tersebut bertujuan memberi pembacaan yang lebih akurat terhadap peran faktor bawaan. Hasil kajian menunjukkan sekitar 50% faktor yang berkaitan dengan usia hidup telah terbentuk ketika manusia masih berada dalam kandungan.

Masa Kandungan Membentuk Sebagian Potensi Usia

Perkiraan 50% tidak berarti usia seseorang telah ditentukan secara mutlak sebelum lahir. Angka itu menggambarkan besarnya pengaruh unsur biologis awal, sementara risiko eksternal tetap dapat muncul sepanjang kehidupan.

Genetik dapat memengaruhi kondisi tubuh melalui berbagai variasi yang dibawa sejak awal kehidupan. Sebagian variasi berpotensi melemahkan tubuh dan meningkatkan kemungkinan penyakit kronis pada masa depan.

Kerentanan biologis tersebut dapat berkaitan dengan pemendekan usia biologis seseorang. Namun, warisan genetik juga dapat bekerja dalam arah sebaliknya melalui kombinasi gen yang memberi perlindungan.

Peran Gen Pelindung

Sejumlah kombinasi genetik dikenal sebagai gen pelindung karena dipandang dapat mendukung kesehatan pada usia lanjut. Keberadaan gen seperti ini membantu menjelaskan mengapa sebagian orang mampu hidup hingga 100 tahun atau lebih dengan kondisi kesehatan yang tetap baik.

Orang yang mencapai usia 100 tahun atau lebih disebut centenarian. Kelompok ini juga mencakup mereka yang tidak mengalami kondisi medis serius meski usia terus bertambah.

Ben Shenhar, penulis utama riset dan mahasiswa doktoral fisika di Weizmann Institute of Science, menyebut sejumlah gen pelindung telah berhasil diidentifikasi. Ia juga menilai usia panjang merupakan sifat yang kompleks karena kemungkinan dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen.

Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada satu faktor genetik tunggal yang dapat menjelaskan seluruh kemungkinan usia panjang. Pengaruh bawaan terbentuk melalui perpaduan banyak unsur genetik yang bekerja bersama dalam tubuh.

Temuan ini memperlihatkan bahwa genetik tidak selalu berarti risiko penyakit. Dalam kondisi tertentu, faktor yang diwariskan sejak kandungan justru dapat menjadi penopang kesehatan hingga usia lanjut.

Di sisi lain, analisis atas usia hidup tetap perlu melihat kondisi yang berada di luar kendali biologis manusia. Pemahaman tentang umur panjang menjadi lebih lengkap ketika faktor bawaan dan mortalitas ekstrinsik dinilai secara bersamaan.

Baca Juga