Setelah 22 Tahun Menanti, Arsenal Punya Jalan Lebih Lapang saat Rival Berbenah

Arsenal mengawali musim dengan modal yang sulit diabaikan setelah mengakhiri penantian 22 tahun untuk menjuarai Liga Inggris pada musim lalu. Kemenangan 3-0 atas Manchester City di Community Shield kemudian mempertegas kesiapan skuad Mikel Arteta menghadapi persaingan berikutnya.

Hasil tersebut bukan hanya memberi trofi pembuka, tetapi juga menunjukkan dua pemain baru Arsenal dapat langsung menyatu dengan tim. Christos Tzolis dan Bruno Guimaraes ikut memberi kontribusi dalam keberhasilan The Gunners pada laga itu.

Keuntungan terbesar Arsenal dinilai terletak pada stabilitas, saat beberapa pesaing utama masih menghadapi perubahan penting. Joleon Lescott menempatkan tim London utara itu sebagai kandidat paling layak dijagokan karena memiliki rintangan yang lebih sedikit.

Menurut mantan bek Manchester City tersebut, kontinuitas antara Arteta, pemain, dan struktur skuad menjadi pembeda utama. Arsenal sudah memiliki fondasi yang dibangun dalam waktu cukup panjang serta keyakinan setelah berhasil merebut gelar.

Rival Masih Menata Arah

Persaingan tetap diperkirakan ketat, tetapi kondisi setiap klub tidak sepenuhnya sama. Manchester City, Liverpool, dan Chelsea disebut sedang berada dalam fase transisi setelah pergantian manajer, sementara Manchester United melanjutkan pembangunan bersama Michael Carrick.

TimSituasi Utama
ArsenalMemiliki kontinuitas bersama Mikel Arteta dan kepercayaan diri sebagai juara.
Manchester CityMenjalani transisi setelah pergantian manajer.
LiverpoolMenjalani transisi setelah pergantian manajer.
ChelseaMenjalani transisi setelah pergantian manajer.
Manchester UnitedMelanjutkan pembangunan tim bersama Michael Carrick.

Lescott mengakui prediksi juara masih terlalu dini untuk dibuat secara pasti. Namun, dalam pernyataannya kepada Mirror, ia menyebut Arsenal sebagai pilihan paling masuk akal pada tahap ini.

“Memang terlalu dini untuk membuat prediksi, tapi Anda akan bilang Arsenal,” kata Lescott. Ia melihat kondisi tim asuhan Arteta lebih menguntungkan dibandingkan para rival yang masih mencari keseimbangan baru.

Fondasi Juara Menjadi Pembeda

Arsenal tampil solid dan stabil saat melaju menuju gelar musim lalu, meski pendekatan pragmatis tim sempat menjadi perhatian. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa para pemain mereka mampu bertahan dalam tekanan persaingan di level tertinggi.

Gelar tersebut juga membawa dampak psikologis yang penting bagi skuad. Para pemain kini memiliki pengalaman nyata untuk melewati perlombaan panjang menuju posisi teratas.

Arteta disebut telah membangun hubungan dan pemahaman kuat dengan para pemainnya. Situasi ini membuat Arsenal tidak perlu memulai kembali proses pembentukan identitas tim dari awal.

“Menimbang faktor-faktor kunci, mereka mungkin punya rintangan yang lebih sedikit,” ujar Lescott. Ia menilai kesinambungan Arteta dan keyakinan di dalam skuad layak menempatkan Arsenal di barisan terdepan.

Rekrutmen Belum Berhenti

Masuknya Tzolis dan Guimaraes memberi tambahan opsi bagi Arsenal tanpa mengubah fondasi tim yang sudah terbentuk. Kontribusi keduanya di Community Shield menjadi indikasi awal bahwa rekrutan baru dapat beradaptasi dengan cepat.

Arteta juga mengisyaratkan aktivitas transfer Arsenal belum selesai. Kondisi itu membuka peluang bagi klub untuk memperkuat kedalaman skuad yang telah membawa mereka mengakhiri puasa gelar.

Meski berada dalam posisi yang dinilai lebih menguntungkan, mempertahankan gelar tetap menjadi tantangan besar. Lescott menegaskan pengalaman juara tidak otomatis menjamin keberhasilan pada musim berikutnya.

“Saya tahu seberapa sulitnya juara dua kali beruntun, tapi begitulah pendapat utama saya,” kata Lescott. Arsenal kini perlu menjaga fondasi yang telah dibangun agar gelar musim lalu menjadi awal konsistensi, bukan sekadar pencapaian sesaat.

Baca Juga