Matahari diperkirakan akan melepas lapisan luarnya dalam sekitar lima miliar tahun, lalu menyisakan inti padat berupa kerdil putih. Pengamatan pada Nebula Helix kini menunjukkan bahwa gas yang ditinggalkan bintang pada fase tersebut akan segera dihancurkan oleh lingkungan galaksi.
Material nebula planet diperkirakan hanya bertahan sekitar 10.000 tahun setelah bertabrakan dengan medium antarbintang. Sesudah itu, gas dari bintang mati akan terurai dan menyatu kembali dengan materi yang memenuhi ruang di antara bintang-bintang.
Siklus Materi yang Menanti Matahari
Saat hidrogen di inti Matahari habis, reaksi pada lapisan luarnya diperkirakan membuat bintang ini membesar menjadi raksasa merah. Lapisan luar tersebut kemudian akan terlepas, sementara inti Matahari menyusut menjadi kerdil putih.
Fase itu serupa dengan kondisi bintang di pusat Nebula Helix saat ini. Selubung gas di sekeliling objek tersebut terus mengembang dan akhirnya berinteraksi dengan medium antarbintang.
Interaksi inilah yang menentukan berakhirnya keberadaan nebula sebagai struktur bercahaya yang utuh. Gas yang semula merupakan bagian dari bintang perlahan kehilangan bentuknya, tercabik, lalu bercampur dengan materi galaksi.
Tata surya sendiri terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari unsur yang dilepaskan generasi bintang sebelumnya. Dengan demikian, material Matahari pada masa depan juga diperkirakan masuk ke daur ulang kosmik yang dapat menyediakan bahan bagi sistem bintang baru.
22 Struktur Busur di Halo Luar
Tim astronom menemukan 22 gumpalan gas berbentuk busur, atau bow shocks, di halo luar Nebula Helix. Struktur ini muncul ketika material yang terlontar dari nebula menghantam gas antarbintang di sekitarnya.
Bentuk busur yang berada lebih jauh dari pusat nebula tampak lebih terkikis dan terfragmentasi. Pola tersebut memperlihatkan bahwa material bintang bukan sekadar menyebar, tetapi juga dihancurkan secara bertahap oleh interaksi dengan lingkungan galaksi.
| Perbandingan | Nebula Helix | Matahari |
|---|---|---|
| Kondisi saat ini | Lapisan luar telah terlepas dan inti menjadi kerdil putih | Fusi hidrogen masih berlangsung |
| Perjalanan berikutnya | Gas nebula bercampur dengan medium antarbintang | Lapisan luar diperkirakan terlepas dalam sekitar lima miliar tahun |
Pieter van Dokkum dari Yale University, pemimpin penelitian tersebut, mengatakan tahap penghancuran sisa bintang selama ini sulit disaksikan secara langsung. “Kami melihat material yang dilepaskan di akhir hayat sebuah bintang hancur dan dikembalikan ke galaksi,” katanya dalam penelitian yang terbit di jurnal Nature pada 12 Agustus.
Objek Lama yang Menampilkan Detail Baru
Nebula Helix berada sekitar 650 tahun cahaya dari Bumi, di rasi Aquarius. Objek ini dikenal sebagai nebula planet, yaitu selubung gas yang tertinggal setelah sebuah bintang memasuki akhir hidupnya.
Penemuan busur gas di bagian terluar nebula terjadi saat tim melakukan kalibrasi rutin instrumen MOTHRA di Observatorium El Sauce, Chile. Ketika instrumen diarahkan ke objek yang telah lama diamati astronom, jaringan struktur di halo luar justru terlihat.
Menurut Media Indonesia, data tersebut membantu menjelaskan perubahan dari serpihan bintang yang masih tampak menjadi gas tipis di ruang antarbintang. Tahapan itu penting karena sebelumnya sulit ditangkap melalui pengamatan.
Proses yang terlihat di Nebula Helix memperlihatkan bahwa akhir sebuah bintang tidak berhenti pada terbentuknya kerdil putih. Unsur-unsur yang pernah berada dalam selubung bintang akan kembali ke Bima Sakti dan melanjutkan perjalanan sebagai bagian dari materi galaksi.






