Manuver Lebih dari 9G Tandai Debut Rafale dan A400M TNI AU di Istana

Empat Rafale TNI AU melakukan manuver High-G Turn dengan beban gaya gravitasi yang dapat melampaui 9G di langit Istana Merdeka. Atraksi tersebut menjadi salah satu penampilan paling menonjol dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8).

Pesawat-pesawat itu melintas rendah sebelum menukik tajam dan kembali menanjak dengan kecepatan tinggi. Dalam kondisi normal penerbang menerima beban 1G, sedangkan pada manuver ini beban meningkat hingga 7G dan bahkan melebihi 9G.

Formasi Panther Flight yang terdiri atas empat Rafale setidaknya tiga kali memperagakan manuver tersebut di atas kawasan Istana Merdeka. Penampilan itu memperlihatkan kemampuan manuver jet tempur baru TNI Angkatan Udara di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan tamu undangan di podium kehormatan.

Rangkaian atraksi dari udara

Demonstrasi udara tidak hanya menampilkan Rafale, tetapi juga tim aerobatik The Jupiters dengan delapan pesawat KT-1B Wongbee berlivery merah putih. Tim ini membuka atraksi melalui manuver The Screw Roll, ketika satu pesawat mengitari tujuh pesawat lain yang terbang rendah.

Delapan KT-1B kemudian terbagi dalam dua kelompok untuk membentuk formasi Sayap Sang Garuda. Enam pesawat melintas dari arah depan Istana Merdeka sambil mengeluarkan asap merah putih, sementara dua lainnya melakukan Snake Loop di langit Monas dan Istana Merdeka.

Penampilan The Jupiters ditutup dengan manuver Clover Leaf Cascade yang memadukan pola daun semanggi dan gerakan meluncur turun. Pada bagian akhir rangkaian, pesawat T-50i Golden Eagle dalam Golden Flight melakukan bomb burst dengan memisahkan formasi rapat ke sejumlah arah.

Sebelum jet tempur melintas, delapan helikopter gabungan TNI dan Polri membuka demonstrasi melalui Giant Flag Formation. Formasi ini membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa dari sisi kiri podium kehormatan.

Helikopter gabungan kemudian kembali hadir dalam Nusantara Flight dengan membawa bendera Merah Putih serta bendera berlogo HUT ke-81 RI bertuliskan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Susunannya melibatkan EC-725 Caracal, NAS-332 Super Puma, Eurocopter AS365 Dauphin, AH-64 Apache, AS565 MBe Panther, dan AgustaWestland AW169 Polri.

Rafale mengawal pesawat angkut terbesar

Selain tampil dalam Panther Flight, Rafale juga mengawal dua Airbus A400M Atlas dalam penerbangan rendah di atas Istana Merdeka. Formasi gabungan itu menggunakan panggilan Macan Flight untuk Rafale dan Atlas Flight untuk A400M.

FormasiArmadaPenampilan
Panther Flight4 RafaleHigh-G Turn setidaknya tiga kali
Macan Flight dan Atlas Flight4 Rafale dan 2 Airbus A400MTerbang rendah dalam formasi gabungan
Garuda FlightPesawat tempur TNI AUMembentuk angka 81

Menurut CNN Indonesia, A400M yang ditampilkan merupakan pesawat angkut terbesar milik TNI AU. Kehadiran pesawat angkut bersama jet tempur modern dalam satu susunan penerbangan memberi tampilan berbeda pada demonstrasi kekuatan udara tahun ini.

Rafale dan A400M termasuk alutsista yang pengadaannya dilakukan ketika Prabowo menjabat Menteri Pertahanan. Debut keduanya pada peringatan kemerdekaan menempatkan armada baru itu sebagai bagian penting dari rangkaian flypast di Istana Merdeka.

Salam dari kokpit dan angka 81

Selepas penampilan helikopter, penerbang Rafale menyampaikan ucapan peringatan kemerdekaan dari kokpit pesawat. Mereka memperkenalkan diri sebagai elang-elang muda TNI Angkatan Udara dan menyampaikan salam untuk HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Kami elang-elang muda TNI Angkatan Udara, dari kokpit pesawat tempur Rafale, yang didatangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto, mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Merdeka!”

Setelah ucapan tersebut, pesawat tempur TNI AU dalam Garuda Flight membentuk angka 81 di langit Istana Merdeka. Formasi khusus itu menjadi persembahan penutup yang mengaitkan demonstrasi kekuatan udara dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga