Saat Merah Putih Dikibarkan di Riau, Doa untuk Korban Gempa NTT Menguat

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengajak masyarakat mengiringi peringatan HUT ke-81 RI dengan doa bagi warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Ajakan itu menegaskan bahwa suasana kemerdekaan tidak terpisah dari kepedulian terhadap saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.

Herry juga menyampaikan duka cita kepada korban yang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, sementara proses pencarian, pertolongan, dan pemulihan dapat berjalan lancar.

“Turut berduka cita atas saudara-saudara kita yang berpulang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan, dan seluruh proses pencarian, pertolongan, serta pemulihan diberikan kelancaran,” kata Herry.

Pesan tersebut disampaikan ketika Riau menggelar rangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih pada peringatan kemerdekaan. Bagi Herry, persatuan nasional harus tampak bukan hanya dalam seremoni, melainkan juga dalam kesiapan masyarakat untuk saling menopang saat bencana terjadi.

Upacara Digelar di Dua Lokasi

Upacara peringatan kemerdekaan berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Senin (17/8/2026). Herry mengikuti kegiatan itu bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau.

LokasiPemimpin atau Peserta UtamaKegiatan
Kantor Gubernur Riau, PekanbaruIrjen Pol Herry Heryawan, SF Hariyanto, Mayjen TNI Agus Hadi WaluyoUpacara pengibaran Merah Putih
Mapolda RiauBrigjen Pol Hengki Haryadi dan pejabat utama Polda RiauUpacara peringatan kemerdekaan

Di Mapolda Riau, upacara dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat utama Polda Riau serta para kapolres jajaran.

Rangkaian upacara itu menjadi ruang untuk mengingat kembali makna kemerdekaan yang lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan. Herry menilai peringatan 17 Agustus tidak seharusnya berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial.

Kemerdekaan sebagai Tanggung Jawab Bersama

Menurut Herry, generasi saat ini memikul tanggung jawab menjaga hasil perjuangan para pendahulu. Tanggung jawab itu perlu diwujudkan melalui persatuan, kerja nyata, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, serta negara.

“Momentum 17 Agustus selalu mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya melalui persatuan, kerja nyata, serta pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Herry.

Ia menempatkan pelayanan publik dan suasana yang kondusif sebagai bagian dari pengamalan nilai kemerdekaan di Riau. Semangat kebangsaan, menurutnya, perlu diperkuat melalui persaudaraan di tengah masyarakat.

Ajakan mendoakan korban Gempa NTT memperlihatkan bahwa kepedulian tidak dibatasi oleh jarak wilayah. Musibah yang terjadi di satu daerah menjadi perhatian bersama karena seluruh warga berada dalam ikatan kebangsaan yang sama.

Herry mengajak seluruh unsur masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk saling merangkul dan membantu sesama. Ia menutup pesannya dengan seruan agar Indonesia terus bergerak menuju negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Dengan semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, mari jadikan kemerdekaan sebagai kekuatan untuk saling menjaga dan berdiri bersama dalam setiap keadaan. Merdeka!” pungkasnya.

Baca Juga