Amerika Serikat membuka peluang kerja sama baru dengan Indonesia pada sektor mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital. Tiga bidang itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai prioritas pengembangan hubungan bilateral kedua negara.
Penekanan tersebut menunjukkan perluasan agenda kemitraan Indonesia dan AS yang selama ini telah mencakup pertahanan, perdagangan, energi, teknologi, serta keamanan regional. Namun, Rubio belum merinci bentuk program maupun kesepakatan baru yang akan ditempuh di tiap sektor prioritas itu.
Tiga Sektor yang Menjadi Prioritas
Dalam pernyataan resminya, Rubio menyebut Washington ingin menciptakan peluang baru yang memberi manfaat bagi kedua negara. Mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital ditempatkan sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan bersama.
| Bidang Prioritas | Arah Kerja Sama yang Disampaikan AS |
|---|---|
| Mineral kritis | Menjadi peluang baru untuk kolaborasi Indonesia dan AS |
| Keamanan maritim | Masuk prioritas perluasan kerja sama bilateral |
| Ekonomi digital | Disebut berpeluang dikembangkan oleh kedua negara |
“Amerika Serikat berharap dapat menciptakan berbagai peluang baru bagi kedua negara di bidang-bidang prioritas, seperti mineral kritis, keamanan maritim, dan ekonomi digital,” kata Rubio. Pernyataan itu menegaskan arah perhatian AS terhadap sektor-sektor yang dinilai strategis dalam hubungan dengan Indonesia.
Mineral kritis menjadi salah satu isu yang secara khusus disebut dalam pesan tersebut, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai komoditas atau skema kerja samanya. Adapun keamanan maritim dan ekonomi digital juga diposisikan sebagai ruang kolaborasi yang dapat diperluas ke depan.
Berpijak pada Kemitraan Strategis Komprehensif
Rubio menyampaikan pesan itu bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Ucapan selamatnya dirilis melalui pernyataan pers Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia.
Atas nama rakyat Amerika Serikat, Rubio menyampaikan penghormatan kepada rakyat Indonesia yang memperingati hari kemerdekaan. Ia juga menegaskan Indonesia merupakan mitra jangka panjang bagi AS.
Hubungan kedua negara, menurut Rubio, berlandaskan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang demokratis. Kedua pihak juga disebut memiliki visi bersama untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Kerangka hubungan itu dijalankan melalui Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dan AS. Cakupannya meliputi pertahanan, keamanan regional, perdagangan yang adil dan berimbang, energi, serta teknologi.
“Kemitraan Strategis Komprehensif kami mencerminkan dalamnya kerja sama kedua negara, mulai dari pertahanan dan keamanan regional hingga perdagangan yang adil dan berimbang, energi, serta teknologi,” ujar Rubio. CNBC Indonesia melaporkan pesan tersebut turut menekankan luasnya agenda yang telah tercakup dalam kemitraan kedua negara.
Pesan Belasungkawa untuk NTT
Selain membahas hubungan diplomatik dan ekonomi, pemerintah AS menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Rubio menyatakan simpati bagi keluarga korban, warga yang terluka, dan seluruh masyarakat terdampak bencana tersebut.
“Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur,” kata Rubio. Pesan kemerdekaan itu ditutup dengan harapan agar kemitraan Indonesia dan AS terus bergerak menuju kemakmuran bersama.






