Pemulihan listrik di Nusa Tenggara Timur telah menjangkau 88 persen pelanggan setelah gempa, sementara pemulihan jaringan mencapai 98,3 persen. Kemajuan ini menjadi penopang penting bagi warga terdampak dan operasi penanganan darurat yang masih berlangsung.
PLN mengerahkan 723 personel untuk menangani gangguan pada pasokan listrik di wilayah terdampak. Pengaktifan kembali layanan energi diharapkan membantu aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kerja petugas di lapangan.
Tantangan pemulihan tidak hanya berada pada jaringan layanan dasar, melainkan juga akses transportasi yang terganggu longsor. Material dari tebing dilaporkan menutup atau mengganggu sejumlah ruas jalan nasional di berbagai wilayah NTT.
Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan. Pembukaan akses diperlukan agar mobilitas warga, kendaraan bantuan, dan petugas tanggap bencana dapat kembali berjalan.
Alat Berat Dikerahkan ke Titik Longsor
Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan loader dan excavator dari sejumlah wilayah kerja untuk menangani longsoran. Pergerakan alat berat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi titik terdampak dan kebutuhan penanganan di lapangan.
| Wilayah Kerja | Peralatan | Status Penanganan |
|---|---|---|
| PPK 3.3 | 1 unit loader | Bergerak menuju lokasi terdampak |
| PPK 3.4 | 1 unit excavator | Dikerahkan menangani longsoran |
| PPK 4.1 | 2 loader dan 1 excavator | Loader menuju lokasi, excavator disiagakan di Ende |
Ruas terdampak mencakup Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, serta Km 210-Bts Kabupaten Manggarai. Titik lain berada di jalur Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, sampai Wolowaru-Maumere.
Kepala BPJN NTT Janto menyatakan tim di lapangan sementara memusatkan pekerjaan pada pembersihan material longsoran. Penanganan longsor jalan nasional berjalan bersamaan dengan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat.
Ketersediaan bahan bakar juga menjadi perhatian karena akses darat di beberapa titik masih terdampak longsor. Pertamina memastikan BBM tersedia untuk kendaraan petugas, pengangkutan bantuan, dan kegiatan operasional tanggap darurat.
Pada sektor komunikasi, Telkom mempercepat pemulihan jaringan agar warga tetap dapat terhubung. Konektivitas juga dibutuhkan untuk memperlancar koordinasi antarpetugas dalam penanganan bencana.
Dukungan untuk warga terdampak mencakup bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, serta genset. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan membantu fasilitas yang terkena dampak gempa.
Koordinasi Pemulihan Layanan Vital
BP BUMN menyatakan Danantara bersama BP BUMN mengoordinasikan langkah badan usaha milik negara dalam mendukung penanganan bencana. Koordinasi itu mencakup pemulihan layanan vital hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Gempa berkekuatan sekitar M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa NTT berada di pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana. Ia menekankan pentingnya kesiapan personel, alat berat, dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody. Kementerian PU juga terus memantau dan mengidentifikasi infrastruktur secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan.
Pemulihan listrik, BBM, komunikasi, dan akses jalan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam masa tanggap darurat. Kelancaran tiap layanan menentukan kemampuan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.






