Rupiah menguat 35 poin atau 0,20 persen ke Rp17.792 per dolar AS pada perdagangan Senin (17/8) pagi. Kenaikan ini terjadi dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.827 per dolar AS.
Penguatan mata uang domestik berlangsung ketika pasar menanti arah kebijakan The Fed melalui risalah pertemuan FOMC yang dijadwalkan terbit pada pekan ini. Pelaku pasar menilai sinyal yang lebih dovish dapat mengurangi tekanan dolar AS terhadap mata uang Asia.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak pada rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Posisi pembukaan di Rp17.792 berada di dalam kisaran proyeksi tersebut.
Pelemahan Dolar AS Menopang Mata Uang Asia
Mayoritas mata uang Asia bergerak positif terhadap dolar AS pada Hari Kemerdekaan RI. Pergerakan itu mengikuti pelemahan indeks dolar AS setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tren melemah.
Data inflasi produsen Amerika Serikat yang stabil pada pekan sebelumnya turut menekan indeks dolar AS. Kondisi tersebut memberi ruang bagi penguatan rupiah pada awal perdagangan.
Lukman menilai pelemahan data ekonomi Amerika Serikat telah mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter negara itu. “Pelemahan data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bernada dovish pada risalah pertemuan FOMC pekan ini,” ujar Lukman Leong.
Indeks dolar AS menjadi perhatian karena dolar digunakan sebagai pembanding utama bagi rupiah di pasar valuta asing. Ketika nilainya melemah, tekanan terhadap mata uang domestik dapat berkurang.
Catatan Pergerakan Rupiah
| Waktu Perdagangan | Posisi Rupiah | Perubahan |
|---|---|---|
| Jumat (14/8) | Rp17.820 per dolar AS | Menguat 0,22 persen |
| Senin (17/8) pagi | Rp17.792 per dolar AS | Menguat 35 poin atau 0,20 persen |
Sebelum pembukaan perdagangan Senin, rupiah juga mencatat apresiasi pada sesi Jumat (14/8). Mata uang domestik ketika itu ditutup menguat 0,22 persen di level Rp17.820 per dolar AS.
Data dua perdagangan tersebut memperlihatkan penguatan rupiah tetap menjadi perhatian pasar di tengah perubahan sentimen global. Namun, arah nilai tukar masih bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan ekonomi Amerika Serikat.
Perkembangan Bank Indonesia Ikut Dicermati
Selain faktor global, dinamika politik domestik turut disebut memengaruhi sentimen pasar. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah telah mengajukan beberapa surat presiden kepada DPR terkait jajaran pimpinan Bank Indonesia dan lembaga lain.
Surat tersebut mencakup calon Gubernur Bank Indonesia serta calon Deputi Gubernur Senior. “Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco,” kata Prasetyo Hadi.
Pasar kini memantau dua sumber sentimen secara bersamaan, yakni sinyal kebijakan The Fed dan perkembangan penunjukan pimpinan Bank Indonesia. Pergerakan dolar AS serta respons pelaku pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat tetap akan menentukan arah rupiah sepanjang sesi perdagangan.






