Satu Pembayaran untuk Tiga Tol ke Priok, Beban Logistik Jakarta Diharapkan Menyusut

Rencana penyatuan pembayaran pada tiga ruas jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok diarahkan untuk mengurangi proses berulang yang membebani angkutan barang. Kebijakan ini diharapkan memangkas waktu perjalanan dan biaya logistik di jalur penting Jakarta.

Pelindo menilai integrasi tersebut dapat mengatasi masalah transaksi berulang serta penanganan ganda yang selama ini terjadi saat kendaraan logistik melintasi ruas tol terhubung. Kelancaran perjalanan dari kawasan industri ke pelabuhan menjadi sasaran utama kebijakan yang dirumuskan Kementerian Pekerjaan Umum.

Tiga ruas dalam skema integrasi

Skema integrasi berfokus pada jaringan jalan tol yang menghubungkan wilayah industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Ketiga ruas itu memiliki fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam arus distribusi barang.

Ruas Jalan TolPeran dalam Integrasi
Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC)Menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta ke arah pelabuhan.
Jalan Tol Jakarta–Cikampek/MBZMenjadi bagian jaringan yang pembayarannya akan diintegrasikan.
Jalan Tol Akses Tanjung Priok (ATP)Mendukung akses langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengintegrasian sistem pembayaran diharapkan membuat kendaraan barang tidak lagi menghadapi tahapan transaksi yang berulang saat berpindah ruas. Langkah ini dinilai penting karena hambatan administratif dapat memperbesar ongkos operasional armada.

Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menyatakan perusahaan menyambut optimistis penyusunan pedoman integrasi jalan tol tersebut. Menurutnya, aturan itu perlu segera diterapkan secara optimal agar manfaatnya terasa bagi pengguna jalan tol dan pelaku angkutan barang.

“Pelindo menyambut optimis upaya pemerintah merumuskan pedoman integrasi jalan tol sebagai solusi meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional,” ujar Farid. Pernyataan itu disampaikan dalam forum Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri PU tentang Pedoman Integrasi Jalan Tol di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Menjaga arus barang dan investasi

Pelindo menekankan efisiensi perjalanan perlu berjalan seiring dengan keberlanjutan investasi jalan tol. Dengan demikian, penyederhanaan pembayaran tidak hanya memberi manfaat bagi pengguna, tetapi juga menjaga kelangsungan pembangunan konektivitas.

Penguatan jaringan tol menuju pelabuhan juga dikaitkan dengan optimalisasi aset strategis badan usaha milik negara di bawah pengelolaan Danantara Asset Management. Konektivitas yang lebih lancar antara tol, kawasan industri, dan pelabuhan dipandang dapat memperkuat daya saing logistik nasional.

Jalan Tol Cibitung–Cilincing memiliki posisi penting karena menghubungkan kawasan industri di sisi timur Jakarta dengan pelabuhan utama. Integrasinya dengan ruas lain diharapkan memperkuat fungsi jalur tersebut dalam distribusi barang.

Direktur Utama PT CTP Tollways Derry Febrian Putra mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dalam rencana tersebut. “Adanya integrasi JTCC dengan ruas tol lain kami yakini akan semakin meningkatkan peran fungsi JTCC dalam mendukung efisiensi logistik Jakarta dan nasional,” tutur Derry.

Konsultasi melibatkan banyak pihak

Perumusan pedoman integrasi jalan tol melibatkan regulator, pelaku infrastruktur, operator tol, hingga perwakilan konsumen. Pihak yang hadir antara lain Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, badan usaha jalan tol, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, Masyarakat Transportasi Indonesia, dan Forum Konsumen Berdaya Indonesia.

Para pemangku kepentingan dalam konsultasi publik tersebut menyampaikan dukungan terhadap rencana integrasi. Mereka berharap aturan yang disiapkan mampu menurunkan beban biaya dalam rantai logistik tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan tol.

Media Indonesia melaporkan Pelindo akan terus bersinergi dengan regulator dan pihak terkait untuk pengembangan transportasi logistik yang berdaya saing global. Implementasi pedoman pada JTCC, Jakarta–Cikampek/MBZ, dan Akses Tanjung Priok kini menjadi perhatian utama untuk memperkuat konektivitas nasional.

Baca Juga