Sebanyak 12 titik longsoran pada sejumlah ruas jalan di Nusa Tenggara Timur telah ditangani setelah gempa mengganggu akses wilayah terdampak. Pembukaan jalur menjadi kebutuhan mendesak karena pergerakan petugas, evakuasi warga, dan distribusi bantuan bergantung pada konektivitas darat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY meminta pemulihan akses jalan serta layanan air bersih dipercepat. Kementerian Pekerjaan Umum telah diminta mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk penanganan di lokasi terdampak.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT menggunakan loader dan excavator untuk membersihkan material yang menutup badan jalan. Pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas karena potensi gempa susulan masih perlu diwaspadai.
Ruas yang ditangani tersebar di beberapa jalur, termasuk kawasan Ruteng dan Ende. Penanganan diarahkan agar jalur tetap fungsional sehingga kebutuhan darurat dapat menjangkau masyarakat.
| Ruas Jalan | Jumlah Titik | Penanganan |
|---|---|---|
| Ruteng-KM 210 | 3 titik | Pembersihan material longsoran |
| KM 210-Batas Kabupaten Manggarai | 1 titik | Pembukaan akses terdampak |
| Aegela-Batas Kota Ende | 8 titik | Penanganan longsoran agar jalan tetap fungsional |
Menurut AHY, jalur yang terganggu perlu segera dipulihkan agar bantuan logistik tidak tertahan di perjalanan. Ia menegaskan konektivitas menjadi prioritas utama dalam fase penanganan darurat.
“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” kata AHY dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Di tengah penanganan jalan, pemerintah juga memeriksa infrastruktur sumber daya air yang terdampak gempa NTT. Ketersediaan air dipandang penting agar gangguan layanan dasar tidak menambah beban warga di wilayah terdampak.
Pemeriksaan visual awal menunjukkan Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay berada dalam kondisi baik. Meski demikian, pemeriksaan teknis yang lebih terperinci terhadap ketiga bendungan tersebut masih berlangsung.
Kerusakan ringan ditemukan pada bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur. Longsoran juga menutup saluran sekunder, sehingga penanganan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air bagi masyarakat.
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II telah menyiagakan drilling rig dan truck crane untuk kebutuhan di lapangan. Peralatan itu disiapkan guna mempercepat respons apabila diperlukan dalam penanganan infrastruktur air.
Perhatian pemerintah turut diarahkan kepada SPAM Waemese di Labuan Bajo untuk mendukung pemulihan pelayanan air minum. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan air bersih NTT tetap dapat diakses warga setelah bencana.
Data perkembangan penanganan jalan yang dikutip finance.detik.com berasal dari Kementerian PU. Pemerintah juga melanjutkan pemeriksaan serta verifikasi kerusakan jalan, jembatan, rumah warga, fasilitas publik, dan infrastruktur layanan dasar lainnya.
Selain pemulihan infrastruktur, puluhan ribu paket sembako dari Bantuan Presiden telah diberangkatkan bagi masyarakat terdampak. Kementerian dan lembaga terkait menjalankan penanganan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.
AHY menyatakan hasil asesmen kerusakan dan kebutuhan warga akan menjadi dasar tahap rehabilitasi serta rekonstruksi. Dalam tahap berikutnya, pemulihan jalan NTT dan infrastruktur lain diharapkan menghasilkan bangunan yang lebih kuat serta tahan terhadap gempa.






