Retakan Baru di Runway Bajawa Usai Gempa NTT, Lima Bandara Jalani Pemeriksaan

Retakan baru pada landasan pacu Bandar Udara Soa di Bajawa menjadi temuan yang paling mendapat perhatian setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur. Laporan awal mencatat kerusakan sedang pada runway, sehingga pemeriksaan kelayakan fasilitas penerbangan terus dilakukan.

Selain Bajawa, empat bandara lain juga masuk dalam pemantauan dampak gempa, yakni Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, serta Frans Sales Lega di Ruteng. Kementerian Perhubungan menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas selama asesmen berlangsung.

Fasilitas bandara diperiksa menyeluruh

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama pengelola bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan memeriksa kondisi infrastruktur di lokasi terdampak. Pemeriksaan mencakup fasilitas terminal, gedung operasional, kesiapan personel, serta keberlangsungan pelayanan penerbangan.

Bandar udaraWilayahLaporan dampak
KomodoLabuan BajoTermasuk bandara terdampak gempa
H. Hasan AroeboesmanEndeTermasuk bandara terdampak gempa
Umbu Mehang KundaWaingapuTermasuk bandara terdampak gempa
Frans Sales LegaRutengTermasuk bandara terdampak gempa
SoaBajawaKerusakan sedang pada runway dan retakan baru

Kerusakan yang dilaporkan tidak hanya berada di area landasan pacu, melainkan juga mencakup retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung. Tingkat kerusakan pada masing-masing lokasi masih menunggu hasil pemeriksaan serta asesmen lanjutan.

“Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” ujar Lukman. Kemenhub menyatakan koordinasi dilakukan dengan seluruh pihak yang mengelola fasilitas bandar udara dan pelayanan navigasi.

Pelayanan navigasi dipindahkan ke tempat aman

Dampak gempa juga dirasakan oleh sejumlah unit pelayanan navigasi penerbangan di wilayah Flores dan sekitarnya. Unit terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Pada lokasi yang gedung towernya mengalami kerusakan, pelayanan navigasi sementara dijalankan dari tempat yang dinilai aman. Langkah ini merupakan bagian dari rencana darurat agar pelayanan tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan selamat. Namun, kelayakan fasilitas tetap harus dipastikan sebelum operasional berjalan mengikuti kondisi terkini di lapangan.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,0

Berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System atau InaTEWS BMKG, gempa utama tercatat bermagnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG juga mencatat gempa bermagnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA dengan pusat di laut, sekitar 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa itu berada sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Kesiapan bandara untuk bantuan bencana

Kemenhub menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster atau GARD guna mendukung kesiapan pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak. Bandara dinilai penting untuk menunjang pergerakan logistik dan bantuan di wilayah bencana.

Pengguna jasa transportasi udara diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai. Perkembangan kondisi bandara, navigasi, dan operasional penerbangan akan disampaikan setelah hasil asesmen terbaru diterima.

Baca Juga