Rencana pembangunan kembali Jalur Gaza belum akan dijalankan sebelum Hamas sepenuhnya melucuti senjata. Jared Kushner menempatkan demiliterisasi kelompok tersebut sebagai syarat utama bagi dimulainya rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.
Sikap itu mempertegas tekanan Amerika Serikat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah kebuntuan pelaksanaan kesepakatan perdamaian Gaza. Namun, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan penghentian serangan masih menjadi tuntutan yang saling berhadapan.
Ketegangan berlangsung ketika kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada November tahun lalu, Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan hampir setiap hari dan sedikitnya 1.265 orang tewas.
Dalam agresi Israel di Palestina secara keseluruhan, lebih dari 73.000 orang dilaporkan meninggal dunia. Ratusan ribu rumah serta fasilitas hancur, sementara jutaan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan yang meluas.
Syarat yang Saling Mengunci
Hamas telah menyatakan persetujuan untuk melucuti senjata sebagai bagian dari implementasi perdamaian Gaza. Akan tetapi, kelompok itu menyatakan tidak akan menjalankan komitmen tersebut selama pasukan Israel belum ditarik dan serangan ke Gaza masih berlangsung.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan pasukan Israel tidak akan ditarik sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya. Posisi tersebut membuat dua syarat utama dalam kesepakatan berjalan berlawanan dan menghambat pelaksanaan tahap berikutnya.
| Pihak | Posisi Utama | Syarat yang Diajukan |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Menyiapkan rekonstruksi Gaza | Menunggu pelucutan senjata penuh Hamas |
| Hamas | Menyetujui pelucutan senjata dalam perdamaian | Menuntut penarikan pasukan Israel dan penghentian serangan |
| Israel | Menolak poin-poin kesepakatan Gaza | Pasukan tidak ditarik sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya |
Menurut CNN Indonesia, Israel telah menolak kesepakatan Gaza sejak poin-poinnya pertama kali dirilis. Washington disebut telah berulang kali menekan Tel Aviv, tetapi sikap pemerintah Israel belum berubah.
Pertemuan dengan Netanyahu Belum Membuka Jalan
Kushner, yang disebut sebagai utusan khusus Timur Tengah dan Gaza pada Dewan Perdamaian atau BoP, bertemu Netanyahu pada Senin. Pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan berarti karena Netanyahu tetap menolak kesepakatan Gaza.
Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Al Jazeera, Kushner menyebut pelucutan senjata Hamas sebagai peluang keamanan besar bagi Israel. Ia menilai pelaksanaan komitmen itu akan menunjukkan kesungguhan seluruh pihak dalam proses perdamaian.
“Jika mereka tidak menindaklanjuti komitmen mereka sekarang, semua orang akan melihat bahwa mereka tidak tulus dalam hal perdamaian,” kata Kushner. Ia menambahkan, komitmen Israel terhadap proses itu akan memungkinkan AS dan negara lain melanjutkan pekerjaan lain terkait Gaza.
Kushner juga menggambarkan penyerahan senjata dan pembongkaran terowongan Hamas sebagai langkah untuk menghilangkan ancaman keamanan terhadap Israel. Menurut dia, jika proses itu dilakukan secara sukarela dalam 60 hingga 90 hari, Israel dapat memperoleh perubahan keamanan yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Rekonstruksi Bergantung pada Demiliterisasi
Pemerintahan Donald Trump, menurut Kushner, telah menyiapkan rencana untuk rekonstruksi Gaza. Namun, pelaksanaannya dikaitkan langsung dengan demiliterisasi penuh Hamas.
“Kami punya rencana membangun kembali Gaza, tetapi kami tak akan mengizinkan Gaza kembali sampai demiliterisasi terjadi,” ujar Kushner. Pernyataan itu menegaskan bahwa bantuan pembangunan belum akan bergerak sebelum syarat keamanan dipenuhi.
Kushner juga menyatakan Washington tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika menghadapi ancaman yang segera terjadi. “Oleh karena itu, kami harus mengklarifikasi apa artinya itu,” katanya mengenai batasan prinsip tersebut.
Serangan Israel dilaporkan tetap berlangsung setelah BoP merilis kesepakatan tentang pelucutan senjata Hamas. Dengan rekonstruksi, penarikan pasukan, dan demiliterisasi yang saling bergantung, jalan keluar bagi Gaza masih menghadapi hambatan besar.






