Pangeran Haakon akan menjalankan tugas Raja Harald V selama dua minggu setelah penguasa Norwegia itu menjalani perawatan di rumah sakit. Pengalihan peran tersebut menempatkan putra mahkota sebagai pelaksana tugas kerajaan di tengah kondisi kesehatan sang raja yang memerlukan perhatian medis.
Istana Kerajaan Norwegia mengumumkan pada Senin, 17 Agustus 2026, bahwa Raja Harald V dirawat akibat penumpukan cairan dalam tubuh. Raja berusia 89 tahun itu kemudian mengambil cuti sakit selama dua minggu.
Pangeran Haakon yang berusia 53 tahun mengambil alih tugas ayahnya selama masa pemulihan berlangsung. Peran tersebut penting karena Raja Harald V tetap menjabat sebagai kepala negara, meski agenda publiknya telah dikurangi secara permanen.
Pengurangan kegiatan publik sebelumnya diumumkan keluarga kerajaan pada April 2024 dengan mempertimbangkan usia Raja Harald V. Keputusan itu tidak berarti ia akan turun takhta, sebab sang raja telah menyatakan tidak berniat mengakhiri masa pemerintahannya.
Riwayat Kesehatan Raja dan Ratu
Perawatan terbaru ini menambah catatan gangguan kesehatan yang dialami Raja Harald V dalam beberapa waktu terakhir. Dalam beberapa pekan sebelum dirawat, ia diketahui menjalani pengobatan kortison untuk anemia hemolitik.
Anemia hemolitik merupakan kelainan darah langka yang menyebabkan jumlah sel darah merah berkurang. Kondisi ini dapat membuat penderitanya mudah lelah serta mengalami sesak napas.
| Tokoh | Kondisi | Perkembangan Terkini |
|---|---|---|
| Raja Harald V | Anemia hemolitik dan penumpukan cairan | Dirawat di rumah sakit dan cuti dua minggu |
| Ratu Sonja | Gangguan jantung | Dirawat untuk pemeriksaan dan observasi pada Mei |
Raja Harald V juga sempat dirawat di rumah sakit di Pulau Tenerife, Spanyol, pada Februari. Menurut Liputan6.com, saat itu ia mengalami infeksi dan dehidrasi.
Pada 2024, Raja Harald jatuh sakit ketika sedang berlibur di Malaysia. Setelah peristiwa tersebut, ia menjalani pemasangan alat pacu jantung.
Kondisi kesehatan turut menjadi perhatian bagi Ratu Sonja. Istana menyatakan ratu dirawat di rumah sakit pada Mei untuk pemeriksaan dan observasi terkait gangguan jantung.
Takhta Tetap Dipertahankan
Raja Harald V naik takhta pada Januari 1991 dan menjadi salah satu penguasa monarki dengan masa pemerintahan terpanjang di Eropa. Dengan usia yang telah mencapai 89 tahun, tugas-tugas seremonial dan kenegaraan kini semakin sering membutuhkan dukungan dari putra mahkota.
Dalam sistem monarki ini, pengalihan tugas kepada Pangeran Haakon dilakukan ketika raja harus beristirahat atau menjalani penanganan medis. Posisi Raja Harald V sebagai kepala negara tidak berubah selama masa cuti tersebut.
Kerajaan Norwegia juga tengah berada dalam sorotan publik akibat sejumlah persoalan yang melibatkan anggota keluarga kerajaan. Kabar perawatan Raja Harald dan kondisi Ratu Sonja muncul di tengah perhatian terhadap isu-isu tersebut.
Pada Maret, Putri Mahkota Mette-Marit menyampaikan penyesalan atas hubungan pertemanannya dengan Jeffrey Epstein. Ia berkenalan dengan Epstein pada 2011 dan tetap berhubungan hingga 2014.
Dokumen yang dipublikasikan di Amerika Serikat menunjukkan keduanya bertukar ratusan email. Mette-Marit juga pernah menginap beberapa hari di rumah Epstein di Palm Beach, Florida.
Dalam wawancara dengan televisi nasional Norwegia, Mette-Marit mengatakan berharap tidak pernah bertemu Epstein. Ia menyatakan telah dimanipulasi dan menyesal tidak memeriksa latar belakang Epstein dengan lebih teliti.
Tiga bulan setelah pernyataan tersebut, Marius Borg Hoiby, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pemerkosaan. Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada Juni.
Selama dua minggu masa cuti sakit Raja Harald V, perhatian akan tertuju pada pemulihan sang raja dan pelaksanaan tugas oleh Pangeran Haakon. Istana telah menetapkan pengalihan tanggung jawab itu sebagai langkah selama perawatan berlangsung.






