Jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, mencapai 68 orang pada Senin petang, 17 Agustus 2026. Hingga pukul 16.40 Wita pada hari yang sama, jumlah warga yang mengalami luka tercatat 132 orang.
Di tengah pencarian dan pendataan yang masih berlangsung, Iran menyatakan siap memberikan bantuan darurat serta medis bagi wilayah terdampak. Tawaran itu disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto.
Korban Bertambah di Empat Kabupaten
Kantor SAR Maumere mencatat penambahan korban meninggal dari beberapa kabupaten di Flores. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menyebut pembaruan data berasal dari Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
Sejumlah warga meninggal setelah tertimpa material bangunan saat gempa terjadi. Fathur juga menyatakan sebagian korban meninggal akibat syok dan trauma yang dipicu guncangan.
| Kabupaten | Korban Meninggal |
|---|---|
| Manggarai Barat | 2 orang |
| Nagekeo | 8 orang |
| Ngada | 2 orang |
| Manggarai Timur | 24 orang |
Fathur mengatakan jumlah korban meninggal di Manggarai Barat menjadi dua orang, Nagekeo delapan orang, dan Manggarai Timur 24 orang. Kabupaten Ngada juga tercatat memiliki dua korban meninggal dalam pembaruan tersebut.
Data korban masih dapat berubah karena tim SAR terus melakukan penghitungan dan pendataan di lokasi terdampak. Rekap yang diberitakan Kompas menyebut total korban meninggal telah mencapai 68 orang pada Senin petang.
Pesan Iran untuk Indonesia
Pezeshkian mengirimkan pesan resmi kepada Prabowo pada Minggu, 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa mengguncang Flores. Ia menyampaikan simpati atas nama pemerintah dan rakyat Iran kepada masyarakat Indonesia yang terdampak bencana.
Presiden Iran itu menyatakan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan darurat dan medis. Kesiapan bantuan tersebut dilaporkan Tasnim News Agency pada Senin, 17 Agustus 2026.
“Dalam situasi yang sulit ini, seraya menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan darurat dan medis apa pun, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan ampunan bagi mereka yang kehilangan nyawa, kesembuhan yang cepat bagi korban luka, serta kesabaran dan kekuatan bagi para penyintas,” ujar Pezeshkian.
Pesan itu menaruh perhatian pada keluarga korban meninggal, warga yang terluka, dan para penyintas gempa. Pezeshkian juga berharap kondisi serta stabilitas di kawasan terdampak dapat segera pulih.
Penanganan Darurat Masih Berjalan
Gempa M 7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di sejumlah kabupaten. Penanganan di lapangan mencakup pencarian, pendataan, pemenuhan kebutuhan darurat, dan perawatan bagi warga yang terluka.
Tawaran bantuan dari Iran datang ketika kebutuhan penanganan korban masih menjadi perhatian utama di Flores. Proses pembaruan data oleh tim SAR juga terus dilakukan untuk memastikan jumlah korban dan kondisi wilayah terdampak.






