Iran dan Oman telah menyetujui peta rute pelayaran aman di Selat Hormuz, tetapi langkah itu belum memulihkan arus perdagangan secara normal. Teheran masih mengaitkan pembukaan penuh aktivitas kapal komersial dengan tuntutan terhadap Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut menjadi kemajuan teknis penting bagi dua negara pesisir Selat Hormuz. Namun, mekanisme pelayaran belum dinyatakan tuntas karena pernyataan bersama dan sejumlah dokumen pendukung masih dibahas.
Normalisasi Belum Mengikuti Kesepakatan Rute
Iran menegaskan peta rute yang telah disepakati dengan Oman hanya mencakup pengaturan keselamatan pelayaran. Kesepakatan itu belum berarti kapal dagang dapat kembali beroperasi dalam kondisi normal di jalur perairan strategis tersebut.
Teheran menyatakan keamanan penuh serta normalisasi aktivitas pelayaran masih bergantung pada tindakan Amerika Serikat. Iran mempersoalkan ancaman militer dan blokade laut yang dinilainya sebagai tindakan ilegal.
Pemerintah Iran juga menuntut kompensasi atas apa yang disebut sebagai pelanggaran komitmen selama dua bulan terakhir. Karena itu, pembukaan kembali jalur perairan tidak hanya ditentukan oleh pembicaraan teknis dengan Oman.
Perundingan Berlangsung Selama Tiga Bulan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran dan Muscat menjalankan perundingan intensif selama sekitar tiga bulan. Pembicaraan itu berlandaskan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada 18 Juni untuk membentuk jalur pelayaran aman.
Menurut Baghaei, pembahasan dalam tiga pekan terakhir menghasilkan kemajuan yang memungkinkan kedua pihak menyepakati peta rute. Pernyataan itu disampaikannya kepada Defa Press pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
“Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan telah mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan telah dicapai mengenai peta rute pelayaran,” kata Baghaei. Ia menyebut proses tersebut melibatkan koordinasi otoritas Iran yang menangani pertahanan, keamanan, dan lingkungan.
| Tahap | Waktu | Hasil |
|---|---|---|
| Penandatanganan nota kesepahaman | 18 Juni | Dasar pembentukan jalur pelayaran aman |
| Perundingan teknis | Sekitar tiga bulan | Pembahasan kerangka pengaturan pelayaran |
| Kemajuan perundingan | Tiga pekan terakhir | Peta rute pelayaran disepakati |
| Tahap lanjutan | Masih berjalan | Penyusunan pernyataan bersama |
Dokumen Bersama Masih Disusun
Iran dan Oman belum merampungkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk menjalankan pengaturan baru tersebut. Salah satu agenda utama yang masih dibahas ialah penyusunan pernyataan bersama oleh Teheran dan Muscat.
Baghaei mengatakan pertukaran antara kedua negara akan terus dilakukan hingga proses penyusunan dokumen selesai. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesepakatan peta belum berubah menjadi mekanisme pelayaran yang sepenuhnya diberlakukan.
Pengaturan Selat Hormuz itu disebut Iran sebagai kesepakatan independen antara dua negara pesisir. Tujuannya adalah menjaga keselamatan pelayaran sambil tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Koordinasi Melibatkan Sejumlah Otoritas
Dalam pengaturan rute tersebut, Oman ditempatkan sebagai mitra langsung Iran untuk membahas jalur aman di perairan itu. Muscat dan Teheran menggunakan nota kesepahaman sebagai fondasi bagi pembahasan teknis yang sedang berlangsung.
VIVA melaporkan koordinasi penyusunan rute dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Sejumlah lembaga terkait turut dilibatkan karena pengaturan pelayaran menyentuh kepentingan keamanan, pertahanan, serta lingkungan.
Dengan demikian, kesepakatan Iran dan Oman saat ini baru menandai tercapainya peta rute keselamatan pelayaran. Kelanjutan normalisasi pelayaran komersial masih menunggu selesainya dokumen bersama dan pemenuhan syarat yang diajukan Teheran.






