Lonjakan harga solar industri menjadi tekanan baru bagi pembangunan kompleks parlemen di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tetap mengejar penyelesaian seluruh paket kawasan legislatif pada 23 Desember 2027.
Harga solar industri dilaporkan bergerak dari sekitar Rp12.500 per liter menjadi kisaran Rp20.000 per liter. Dalam periode tertentu, harga bahan bakar untuk operasional proyek itu bahkan sempat berada di rentang Rp28.000 hingga Rp30.000 per liter.
Kenaikan tersebut langsung memengaruhi biaya penggunaan alat berat dan layanan logistik di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pelaksana proyek serta penyedia logistik kini menghadapi beban energi yang lebih tinggi saat pekerjaan fisik terus berjalan.
Target Akhir 2027 untuk Kawasan Legislatif
Kawasan legislatif disiapkan untuk gedung DPR, MPR, DPD, serta Gedung Sidang Paripurna. Lima paket pekerjaan di area ini memiliki total nilai kontrak Rp8,24 triliun.
Pejabat Pembuat Komitmen E.3 OIKN Alfrits Steeve Willy Makalew menyatakan semua pekerjaan diarahkan selesai pada 23 Desember 2027. “Kita akan membangun ini sampai dengan 23 Desember 2027. Insyaallah 23 Desember 2027 sudah selesai,” kata Alfrits.
| Paket Pekerjaan | Nilai Kontrak | Progres Fisik |
|---|---|---|
| Gedung Sidang Paripurna | Rp1,24 triliun | 12,147 persen |
| Gedung DPR 1 | Rp1,84 triliun | 11,029 persen |
| Gedung DPR 2 | Rp1,96 triliun | 9,927 persen |
| Gedung DPD | Rp1,48 triliun | 9,404 persen |
| Gedung MPR | Rp1,70 triliun | 10,559 persen |
Seluruh paket legislatif masih berada pada tahap awal pembangunan fisik. Kompleks tersebut menjadi bagian dari penyiapan fasilitas kerja bagi lembaga perwakilan di ibu kota baru.
Kawasan Yudikatif Dikebut hingga 40 Persen
Selain kawasan legislatif, OIKN juga membangun kompleks yudikatif yang mencakup Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Plaza Keadilan, dan Masjid Kawasan. Progres fisik kawasan ini ditargetkan mencapai 40 persen hingga penghujung 2026.
Paket Gedung Mahkamah Agung bernilai Rp1,4 triliun dan telah mencatat realisasi 12,5 persen dalam delapan bulan. Sementara paket untuk Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Masjid Kawasan bernilai Rp1,65 triliun dengan progres 12,41 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen E.4 OIKN Sony Alisa mengatakan percepatan diarahkan pada struktur, topping off, pekerjaan arsitektural, lanskap, dan interior. “Ini sekarang kan target tahun ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 40% ya,” kata Sony Alisa.
Menurut Sony, bangunan yudikatif dirancang dengan standar ketahanan struktur untuk jangka panjang. Ia menekankan gedung perlu ditempati dan dirawat secara berkala agar masa pakainya dapat lebih panjang.
Biaya Energi Masih Dibahas
Data Asosiasi Kontraktor Indonesia mencatat harga solar industri meningkat 41,52 persen per 1 Juli 2026. Kenaikan itu terjadi setelah harga minyak mentah naik 37,41 persen sejak akhir Februari 2026 di tengah dinamika geopolitik global.
Keluhan terkait penyesuaian biaya energi dari penyedia proyek sedang dibahas bersama pimpinan OIKN. Meski tekanan biaya meningkat, paket pembangunan legislatif dan yudikatif tetap dijalankan sesuai kontrak yang telah disiapkan.
Detik Finance melaporkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, beban energi telah dirasakan penyedia logistik dan pelaksana proyek di IKN. OIKN mempertahankan target penyelesaian kawasan legislatif dan yudikatif pada akhir 2027 sambil membahas dampak kenaikan biaya tersebut.






