Trump Pangkas Latihan AS-Korea Selatan, Kedekatan dengan Kim Jadi Pertimbangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan besar-besaran skala latihan militer gabungan AS-Korea Selatan. Arahan itu diambil ketika pembatalan total tidak lagi memungkinkan karena jadwal pelaksanaan latihan sudah terlalu dekat.

Keputusan tersebut menempatkan hubungan pribadi Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebagai pertimbangan penting. Trump juga menyoroti beban biaya latihan yang menurutnya sebagian besar selama ini ditanggung oleh Amerika Serikat.

Instruksi Disampaikan Lewat Truth Social

Melalui unggahan di Truth Social pada Minggu (18/6/2026) waktu setempat, Trump mengatakan telah memberikan instruksi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Perintah itu secara khusus meminta pengurangan substansial terhadap skala latihan bersama yang telah lama dijalankan Washington dan Seoul.

Trump menyatakan tidak menyukai keterlibatan Amerika Serikat dalam kegiatan militer gabungan tersebut. Menurutnya, latihan itu berpotensi menyampaikan pesan yang keliru kepada Pyongyang.

“Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa AS sejak lama telah setuju untuk berpartisipasi dalam latihan militer gabungan dengan Korea Selatan,” kata Trump dalam unggahannya.

Ia menilai latihan bersama tidak hanya menjadi persoalan anggaran. Trump juga memandang kegiatan tersebut dapat ditafsirkan sebagai sinyal yang tidak pantas dan bersifat bermusuhan oleh Korea Utara.

Biaya Menjadi Sorotan

Trump menegaskan bahwa sebagian besar biaya latihan militer gabungan itu dibayar oleh Amerika Serikat. Pertimbangan pengeluaran tersebut menjadi salah satu dasar dari keputusan untuk memperkecil pelaksanaan latihan.

“Latihan-latihan ini tidak hanya mahal, dengan sebagian besar biaya ini dibayar oleh AS, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan,” ujar Trump. Pernyataan itu menunjukkan keberatan Trump mencakup aspek biaya sekaligus dampak politik dari latihan tersebut.

Trump turut mengatakan Korea Utara bersikap tidak mengancam dan hormat selama masa kepresidenannya. Penilaian itu menjadi alasan lain yang ia gunakan untuk mempertanyakan perlunya skala besar dalam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Bukan Pembatalan Penuh

Arahan Trump tidak berarti seluruh latihan akan dihentikan dalam waktu dekat. Ia menyebut kedekatan jadwal pelaksanaan membuat pilihan pembatalan total tidak lagi dapat dilakukan.

Beritasatu.com yang mengutip Anadolu melaporkan bahwa opsi yang dipilih adalah pengurangan substansial. Namun, belum ada rincian mengenai bentuk pengurangan maupun bagian latihan yang akan terdampak oleh instruksi kepada Pete Hegseth.

Trump juga mengaitkan keputusan itu dengan percakapan terpisah mengenai nuklir Iran bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Meski demikian, ia tidak menjelaskan hubungan langsung antara pembicaraan tersebut dan perubahan skala latihan.

Dengan demikian, tiga pertimbangan yang paling menonjol dalam pernyataan Trump adalah biaya, waktu pelaksanaan, dan pendekatannya terhadap Kim Jong Un. Pengurangan skala latihan menjadi pilihan yang diambil di tengah tidak tersedianya opsi penghentian penuh dalam waktu dekat.

Baca Juga