Misi penyelamatan dalam Land of Bad berubah menjadi perjuangan bertahan hidup ketika Sersan JJ Kinney tertinggal di wilayah musuh. Helikopter evakuasi terpaksa berangkat lebih cepat saat serbuan besar terjadi, sementara Kinney masih berada di area yang dikuasai kelompok bersenjata.
Keadaan semakin genting karena Kinney kehilangan senapan serbu setelah jatuh ke jurang dan kemudian kehabisan peluru pistol. Personel Angkatan Udara Amerika Serikat itu akhirnya tertangkap ketika berusaha mencapai titik evakuasi berikutnya.
Film aksi rilisan 2024 tersebut akan ditayangkan dalam Bioskop Trans TV pada Senin, 17 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Land of Bad menjadi film pembuka sebelum The Expendables 4 yang dijadwalkan mulai pukul 22.00 WIB.
| Program | Film | Jam Tayang |
|---|---|---|
| Bioskop Trans TV | Land of Bad | 20.00 WIB |
| Bioskop Trans TV | The Expendables 4 | 22.00 WIB |
Liam Hemsworth memerankan Kinney, seorang pengendali serangan udara taktis atau JTAC yang dijuluki “Playboy”. Ia ditugaskan mendampingi tim Delta Force dalam operasi pembebasan agen CIA yang disandera Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
Operasi darat tersebut memperoleh dukungan serangan dari drone MQ-9 Reaper. Kapten Eddie “Reaper” Grimm, yang diperankan Russell Crowe, mengendalikan drone itu dari pangkalan militer bersama Sersan Nia Branson yang dimainkan Chika Ikogwe.
Dukungan Udara Mulai Terbatas
Kontak tembak sengit segera menghancurkan rencana awal tim Delta Force di lokasi operasi. Kinney sempat diyakini sebagai satu-satunya personel yang bertahan dari serangan pertama, sehingga ia harus bergerak sendiri dengan arahan dari Grimm.
Persediaan rudal Hellfire pada drone Grimm kemudian terus menipis saat Kinney mencari jalan keluar. Keterbatasan itu membuat bantuan dari udara menjadi sangat menentukan bagi keselamatan personel yang terjebak di darat.
Kendala juga muncul di pusat pengendalian drone ketika Grimm dan Branson harus melepaskan kendali atas perintah atasan. Keputusan itu diambil karena keduanya telah mencapai batas jam kerja militer.
Menurut sinopsis yang dimuat CNN Indonesia, harapan Kinney muncul setelah Sersan Master John “Sugar” Sweet datang membebaskannya. Sweet, yang diperankan Milo Ventimiglia, ternyata selamat dari serangan awal dan membawa kabar bahwa Sersan Bishop masih hidup dalam tahanan.
Upaya Menyelamatkan Rekan Satu Tim
Bishop, yang diperankan Ricky Whittle, ditahan di markas gua kelompok Abu Sayyaf. Dengan radio milik Sweet, Kinney kembali terhubung dengan Grimm untuk menyusun serangan terhadap pangkalan tersebut.
Grimm menjadwalkan tiga gelombang pemboman dengan jarak waktu 15 menit menuju kawasan markas gua. Namun, Kinney dan Sweet memilih menerobos lebih dahulu untuk menyelamatkan Bishop sebelum bantuan udara berikutnya tiba.
Langkah itu berakhir buruk karena keduanya kembali ditangkap oleh kelompok bersenjata. Sweet dieksekusi di sel tahanan ketika gelombang bom pertama menghantam area permukaan pangkalan.
Kinney kemudian dibawa ke ruang interogasi dan mengalami penyiksaan. Di tengah situasi tersebut, ia memperingatkan pemimpin pemberontak bahwa gelombang serangan selanjutnya akan membawa kehancuran yang lebih besar.






