Lebih dari 90 persen transaksi nasabah CIMB Niaga telah berpindah ke kanal digital pada semester I 2026. Perubahan pola transaksi ini berjalan seiring pertumbuhan dana murah atau CASA yang mencapai Rp 193,1 triliun.
CASA CIMB Niaga tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan menyumbang 71,7 persen dari total dana pihak ketiga per 30 Juni 2026. Komposisi dana berbiaya rendah tersebut menjadi salah satu penopang kinerja bank di tengah penguatan layanan digital.
OCTO Mendorong Aktivitas Transaksi dan Investasi
Kanal digital CIMB Niaga meliputi OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Nasabah dapat memakai layanan tersebut untuk BI-FAST, QRIS domestik maupun lintas negara, pembayaran tagihan, serta pengisian saldo dompet elektronik.
Pertumbuhan aktivitas digital juga terlihat pada transaksi investasi melalui OCTO. Transaksi reksa dana naik 48 persen secara tahunan, sementara transaksi obligasi melonjak 112 persen pada semester I 2026.
Penggunaan QRIS melalui layanan CIMB Niaga meningkat 65 persen secara tahunan. Pembukaan rekening pertama melalui OCTO juga tumbuh 89 persen, dengan aplikasi tersebut turut menyediakan akses reksa dana, SBN Ritel, obligasi, dan jual beli emas.
| Indikator | Posisi Semester I 2026 | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Kredit dan pembiayaan | Rp 247,2 triliun | 6,6 persen |
| Dana murah CASA | Rp 193,1 triliun | 6,9 persen |
| Dana pihak ketiga | Rp 269,3 triliun | 2,8 persen |
| Total aset konsolidasian | Rp 382 triliun | 6,7 persen |
Total dana pihak ketiga CIMB Niaga tercatat Rp 269,3 triliun, meningkat 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset konsolidasian naik 6,7 persen menjadi Rp 382 triliun.
Di sisi penyaluran dana, kredit dan pembiayaan mencapai Rp 247,2 triliun atau tumbuh 6,6 persen secara tahunan. Segmen perbankan korporasi menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 13,8 persen.
Pertumbuhan pada segmen komersial tercatat 4,6 persen, sedangkan pembiayaan UKM naik 2,9 persen. Perbankan konsumer tumbuh 0,1 persen, dengan Kredit Pemilikan Mobil meningkat 4,7 persen secara tahunan.
Kinerja Keuangan dan Kualitas Aset
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan pertumbuhan kredit, pembiayaan, serta dana murah menopang kinerja perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026. Ia menilai penerapan strategi yang disiplin ikut menjaga stabilitas kinerja bank.
“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dalam keterangannya. Pendapatan operasional CIMB Niaga tumbuh 6,8 persen, sedangkan laba operasional sebelum pencadangan naik 6,5 persen secara tahunan.
Laba sebelum pajak konsolidasian tercatat Rp 4,3 triliun dengan laba per saham sebesar Rp 136,67. Kontribusi pendapatan nonbunga meningkat dan membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah bruto membaik menjadi 1,83 persen. Rasio kecukupan modal berada di level 23,5 persen, sementara loan to deposit ratio tercatat 90,4 persen.
Bank juga memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai ketentuan regulator. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pertumbuhan kredit berkualitas.
Jaringan Fisik Tetap Diperkuat
CIMB Niaga menggabungkan layanan digital dan fisik melalui Digital Branch serta Digital Hub. Fasilitas tersebut memungkinkan pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File dalam waktu sekitar lima menit.
Hingga 30 Juni 2026, CIMB Niaga memiliki 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia. Operasional bank juga didukung 383 cabang dan jaringan, 2.123 ATM, serta 506.806 EDC, QR, dan e-Commerce.
Pada layanan bisnis, OCTOBIZ menyediakan pembayaran massal, pembayaran pajak, transaksi valuta asing daring, dan pengelolaan jadwal pembayaran. Strategi Forward30 kemudian diarahkan pada pertumbuhan kredit berkualitas, penghimpunan CASA, diversifikasi pendapatan, serta pengembangan ekosistem digital.
Di sisi pembiayaan berkelanjutan, portofolio CIMB Niaga mencapai Rp 66 triliun atau 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan. Portofolio tersebut mencakup energi terbarukan, UMKM, dan sustainability-linked financing yang diklasifikasikan melalui Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.






