Bitcoin memulai perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, di bawah tekanan setelah turun 0,44% ke US$ 62.766 per koin. Pelemahan ini terjadi ketika pasar kripto bersiap menghadapi rangkaian agenda kebijakan di Amerika Serikat dan data ekonomi Jepang.
Perhatian utama investor tertuju pada kemungkinan perubahan arah suku bunga serta kepastian aturan aset digital di AS. Di saat bersamaan, sinyal pengetatan dari Jepang berpotensi mengguncang strategi pendanaan yang selama ini menopang minat pada aset berisiko.
Kapitalisasi pasar kripto global turut turun 0,3% dalam 24 jam menjadi US$ 2,16 triliun. Indeks CoinDesk 20 juga terkoreksi 0,46%, menandakan tekanan tidak hanya terbatas pada Bitcoin.
Ethereum turun 0,48% ke US$ 1.872, sedangkan Binance Coin melemah 0,9% ke US$ 602. Data CoinMarketCap yang dikutip Investor Daily menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati menjelang agenda pekan ini.
Agenda yang Menjadi Perhatian Pasar
Rabu, 19 Agustus 2026, menjadi hari penting karena Gedung Putih dijadwalkan mempertemukan Presiden AS Donald Trump dengan para pemimpin industri kripto. Pertemuan itu juga akan melibatkan petinggi SEC, CFTC, serta eksekutif perusahaan aset digital.
Pembahasan diarahkan pada Digital Asset Market Clarity Act yang bertujuan memperjelas pembagian kewenangan pengawasan aset digital. Kejelasan peran regulator dinilai penting bagi pelaku industri kripto yang beroperasi di AS.
| Agenda | Waktu | Fokus Pasar |
|---|---|---|
| Pertemuan Gedung Putih | Rabu, 19 Agustus 2026 | Digital Asset Market Clarity Act |
| Rilis risalah The Fed | Rabu, 19 Agustus 2026 | Arah kebijakan suku bunga |
| Pertemuan CFTC | Kamis, 20 Agustus 2026 | Inovasi industri aset digital |
| Inflasi Jepang Juli | Jumat, 21 Agustus 2026 | Arah kebijakan BOJ |
Pada hari yang sama, pasar juga menunggu risalah rapat kebijakan The Fed pada 28-29 Juli. Bank sentral AS sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%, meski tiga pejabat menginginkan kenaikan 25 basis poin.
Pasar memproyeksikan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 32%. Risalah yang bernada hawkish berpotensi menambah tekanan terhadap Bitcoin dan aset berisiko lain, sementara nada dovish dapat membuka ruang penguatan.
Pertemuan CFTC dan Dampaknya bagi XRP
Sehari setelah agenda Gedung Putih, CFTC akan menggelar pertemuan perdana Innovation Advisory Committee pada Kamis, 20 Agustus 2026. Komite beranggotakan 35 perwakilan industri, termasuk Coinbase, Ripple, Kraken, Gemini, CME Group, Nasdaq, dan Intercontinental Exchange.
Pembahasan mengenai inovasi dan pengawasan industri tersebut dinilai lebih relevan bagi XRP dibandingkan Bitcoin. Bitcoin telah dikategorikan sebagai komoditas, tetapi kebijakan regulator tetap dapat memengaruhi sentimen pasar aset digital secara lebih luas.
Risiko dari Penguatan Yen
Jepang menambah lapisan risiko bagi pasar melalui data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang dirilis Senin dan laporan inflasi Juli pada Jumat. Kedua data itu akan menjadi petunjuk bagi langkah Bank of Japan atau BOJ selanjutnya.
Pengetatan suku bunga oleh Bank of Japan berpotensi memperkuat yen dan menekan strategi carry trade. Perubahan biaya pendanaan dalam yen dapat mengurangi daya tarik aset berisiko, termasuk kripto.
Bitcoin sebelumnya pernah turun sekitar 20% hingga 31% akibat dampak kenaikan suku bunga BOJ. Saat ini, aset kripto terbesar tersebut masih bergerak di sekitar US$ 63.000, jauh dari rekor tertinggi US$ 126.080 yang tercatat pada Oktober.






