Saat Separuh BTS Sempat Terganggu, 85% Jaringan Telkomsel NTT Kini Pulih

Pemulihan BTS Telkomsel di Nusa Tenggara Timur menunjukkan perkembangan signifikan setelah gempa mengganggu layanan telekomunikasi. Sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel di wilayah tersebut telah kembali beroperasi.

Perbaikan ini penting bagi warga yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas layanan seluler, internet rumah, dan layanan digital. TelkomGroup menyatakan trafik jaringan kini berangsur kembali normal seiring perbaikan infrastruktur dan pemulihan pasokan listrik di sejumlah titik.

Paket Komunikasi Saat Masa Darurat

Di tengah proses pemulihan jaringan, Telkomsel menyediakan Paket Darurat Telkomsel seharga Rp1 bagi pelanggan di daerah terdampak. Paket ini memuat 3GB data, 100 SMS, serta 300 menit telepon dengan masa aktif selama tujuh hari.

Pelanggan dapat mengaktifkan layanan tersebut melalui kode *888*20#. Akses ini disiapkan untuk membantu masyarakat menghubungi keluarga, memperoleh informasi, dan mencari dukungan selama kondisi pascabencana.

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan layanan melalui Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di nomor 0800-111-9000. Layanan bebas pulsa tersebut tersedia selama 24 jam.

Gangguan Awal Menjangkau BTS dan IndiHome

Pada tahap awal penanganan gempa, sekitar 400 BTS terdampak gangguan. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini juga menyebut sekitar separuh BTS Telkomsel sempat terganggu ketika proses penanganan dimulai.

Gangguan tidak hanya terjadi pada jaringan seluler, tetapi juga dirasakan sekitar 2.600 pelanggan IndiHome. TelkomGroup melaporkan 16.788 dari 17.062 pelanggan, atau 98,3%, telah kembali terlayani.

Layanan atau InfrastrukturKondisi TerdampakPerkembangan Pemulihan
BTS TelkomselSekitar 50% BTS sempat terganggu85% dari 735 site telah beroperasi
IndiHomeSekitar 2.600 pelanggan terdampak16.788 dari 17.062 pelanggan telah terlayani
Jaringan backboneKapasitas sejumlah titik menurunTetap berjalan melalui jalur cadangan

Dian menyampaikan pemulihan berlangsung sejalan dengan kembalinya listrik di sejumlah wilayah. “Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih,” ujarnya dalam Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8).

Jalur Cadangan Menopang Konektivitas

Jaringan backbone TelkomGroup tetap berfungsi dengan dukungan jalur cadangan yang tersedia. Namun, putusnya sejumlah kabel fiber optik di darat dan laut masih menurunkan kapasitas layanan di beberapa titik.

TelkomGroup mengoptimalkan jalur alternatif sambil melakukan perbaikan pada infrastruktur yang terdampak. Langkah ini ditujukan agar konektivitas tetap tersedia selama normalisasi pasokan listrik masih berlangsung.

Sebanyak 300 tim teknis dikerahkan untuk melakukan asesmen, pemulihan jaringan, dan penanganan infrastruktur pendukung. Penanganan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan prioritas wilayah serta keselamatan petugas dan masyarakat.

Wilayah yang menjadi prioritas mencakup Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada. Kondisi lapangan serta kesiapan infrastruktur pendukung menentukan urutan penanganan di tiap daerah.

Untuk menjaga layanan di lokasi dengan listrik yang belum stabil, TelkomGroup memakai genset bergerak dan genset tetap. Sumber listrik mandiri itu digunakan sambil menunggu pasokan listrik kembali normal.

Koordinasi Penanganan di NTT

Penanganan Gempa NTT juga melibatkan koordinasi TelkomGroup dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, mitra, serta relawan. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan lapangan secara aman dan terarah.

Konektivitas menjadi kebutuhan penting dalam situasi bencana karena menunjang komunikasi keluarga dan akses informasi. Pemulihan layanan yang berlangsung kurang dari 24 jam pada sebagian besar titik terdampak menjadi bagian dari upaya menjaga akses tersebut.

Baca Juga