Rob Pagi dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Pesisir Jawa Tengah, 17 Daerah Berpeluang Hujan

Warga pesisir Jawa Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan pada Senin karena air laut pasang atau rob berpotensi terjadi pada pukul 07.00-11.00 WIB. Ketinggian maksimum rob diprakirakan mencapai 0,8 meter dan dapat mengganggu sejumlah aktivitas di kawasan Pantura.

Risiko di perairan juga meningkat karena gelombang setinggi 1,25-2,5 meter diprakirakan muncul di jalur laut utara maupun selatan Jawa Tengah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pelaku pelayaran, terutama nelayan dan operator tongkang.

BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang memperkirakan gelombang tersebut terjadi di perairan Karimunjawa bagian timur dan barat, Jepara, serta Pati-Rembang. Di sisi selatan, kondisi serupa berpotensi terjadi di sepanjang perairan dari Cilacap hingga Purworejo.

KawasanKondisiLokasiData Penting
Darat Jawa TengahHujan ringan tidak merata17 daerahMinggu malam hingga Senin dini hari
Perairan utaraGelombang tinggiKarimunjawa, Jepara, Pati-Rembang1,25-2,5 meter
Perairan selatanGelombang tinggiCilacap hingga Purworejo1,25-2,5 meter
Pesisir PanturaRobBrebes hingga RembangMaksimum 0,8 meter

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, mengingatkan bahwa tinggi gelombang tersebut berisiko bagi aktivitas pelayaran. Risiko dinilai meningkat saat kecepatan angin melampaui 15 knot.

Gangguan akibat rob dapat dirasakan di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes sampai Rembang. Air pasang berpotensi menghambat transportasi warga, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta aktivitas petani garam.

Hujan Ringan Muncul di Sejumlah Wilayah

Di daratan, sebanyak 17 daerah di Jawa Tengah berpeluang mengalami hujan ringan yang turun secara tidak merata pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Peluang hujan terutama terdapat di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, sementara wilayah lain diprakirakan berawan.

Daerah yang masuk dalam prakiraan hujan ringan meliputi Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, dan Batang. Peluang serupa juga mencakup Pemalang, Brebes, Magelang, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, serta Ambarawa.

Perubahan cuaca ini dapat membuat suhu di kawasan yang sebelumnya terasa dingin selama musim kemarau menjadi lebih hangat. Meski demikian, hujan diprakirakan tidak turun merata sehingga kondisi cuaca antarwilayah dapat berbeda.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menyebut angin bertiup dari arah timur laut menuju barat daya. Kecepatan angin diperkirakan berada pada rentang 3 hingga 20 kilometer per jam.

Suhu dan Kelembapan Tetap Tinggi

Suhu udara di Jawa Tengah diprakirakan berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 75-95 persen, menyertai peluang hujan ringan di sebagian wilayah.

Kondisi angin, hujan, dan gelombang tinggi berlangsung dalam periode yang berdekatan sehingga warga perlu mencermati perkembangan prakiraan. Perhatian khusus diperlukan bagi masyarakat yang beraktivitas di pesisir maupun menggunakan jalur perairan.

Wilayah pegunungan dan dataran tinggi menjadi kawasan yang lebih berpeluang menerima hujan ringan pada periode prakiraan tersebut. Sementara itu, daerah di luar daftar 17 wilayah diperkirakan mengalami kondisi berawan.

Dampak Berbeda di Daratan dan Pesisir

Hujan ringan di daratan berpotensi memengaruhi aktivitas warga pada malam hingga dini hari, terutama di wilayah dengan kontur pegunungan. Di pesisir, ancaman yang lebih dominan berasal dari pasang air laut dan kondisi gelombang yang meninggi.

Rob dapat memperlambat surutnya banjir di sejumlah kawasan pantai utara. Karena itu, aktivitas harian warga pesisir dan kegiatan ekonomi yang bergantung pada kondisi laut perlu memperhatikan waktu pasang yang diprakirakan terjadi pada pagi hari.

Pelaku pelayaran perlu mempertimbangkan kondisi gelombang 1,25-2,5 meter di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Nelayan serta tongkang disebut sebagai jenis kapal yang menghadapi risiko lebih besar ketika angin bertambah kencang.

Perkembangan cuaca menjadi penting untuk dipantau karena hujan ringan di daratan dan gangguan perairan dapat muncul pada rentang waktu yang berdekatan. Informasi dari BMKG dapat menjadi acuan bagi warga untuk menyesuaikan kegiatan, khususnya di kawasan pesisir Jawa Tengah.

Baca Juga