Korban Tewas Gempa NTT Capai 55 Orang, 711 Personel Terus Dikerahkan

Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur mencapai 55 orang hingga Senin, 17 Agustus 2026. Sebanyak 132 warga lainnya tercatat mengalami luka-luka ketika operasi pencarian dan pertolongan memasuki hari ketiga.

Penanganan bencana melibatkan 711 personel dari berbagai unsur yang masih bekerja di wilayah terdampak. Besarnya pengerahan tersebut menegaskan bahwa pencarian korban, pertolongan warga, dan pengamanan daerah rawan masih menjadi prioritas.

Basarnas menempatkan 119 personel khusus dalam operasi SAR di sejumlah kabupaten di NTT. Kekuatan itu mencakup tim dari daerah, dukungan tim pusat, serta tujuh kru helikopter HR 3604.

Sebaran Personel SAR di Wilayah Terdampak

Personel SAR disebar berdasarkan kebutuhan penanganan di lokasi-lokasi yang terdampak langsung oleh gempa. Manggarai Timur dan Manggarai Barat mendapat dukungan tambahan dari tim pusat, selain personel yang telah berada di daerah.

Wilayah atau UnsurJumlah Personel
Kabupaten Nagekeo11
Kabupaten Ende5
Kabupaten Manggarai Timur12
Tim pusat untuk Manggarai Timur14
Kabupaten Sikka21
Kabupaten Manggarai Barat9
Tim pusat untuk Manggarai Barat23
Kabupaten Manggarai, khususnya Reo17
Kru helikopter HR 36047

Dukungan helikopter menjadi bagian dari sarana yang disiagakan selama operasi berlangsung. Kehadiran kru udara melengkapi pengerahan tim darat dalam menjangkau kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan.

Operasi penanganan secara menyeluruh juga melibatkan TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur diperlukan agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang terkena dampak gempa.

Manggarai Timur Masuk Wilayah Prioritas

Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memantau langsung operasi SAR di Kecamatan Lamba Leda Utara bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Menurut Syafii, pencarian korban dan penyampaian pertolongan bagi warga terdampak terus diupayakan secara maksimal. “Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat,” kata Syafii.

Warga diminta tidak kembali atau melakukan aktivitas di bangunan yang berpotensi roboh. Imbauan ini disampaikan karena gempa susulan masih dapat terjadi dan membahayakan masyarakat maupun petugas di lapangan.

Syafii juga meminta seluruh unsur penanganan bencana saling mendukung sepanjang masa pemulihan. Koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk menjaga kelancaran operasi serta memastikan kebutuhan warga dapat ditangani.

Kesiapsiagaan Tetap Dijaga

Basarnas menyatakan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung akan dipertahankan selama operasi berlangsung. Fokus utamanya tetap keselamatan warga serta pertolongan bagi masyarakat yang terdampak gempa.

“Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa,” ujar Syafii. Warga tetap diingatkan untuk memperhatikan kondisi bangunan di sekitar mereka selama penanganan bencana berjalan.

Baca Juga