Rektor USU Tegaskan Pintar Saja Belum Cukup, Komunikasi Bekal Peluang Karier

Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, menegaskan kepintaran akademik saja belum cukup untuk membawa mahasiswa menuju prestasi dan karier yang baik. Mahasiswa juga perlu mampu menyampaikan ide secara sederhana, efektif, dan mudah dipahami oleh orang lain.

Pesan tersebut disampaikan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB USU 2026 yang dimulai pada Rabu (12/8). Masa awal perkuliahan dinilai menjadi waktu penting untuk membangun bekal yang dibutuhkan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Kemampuan komunikasi, menurut Muryanto, bukan sekadar pelengkap bagi mahasiswa yang memiliki kecerdasan akademik. Gagasan yang baik tetap memerlukan cara penyampaian yang tepat agar dapat diterima dan dipahami pihak lain.

“Anda harus terlatih menyampaikan ide, gagasan, atau pikiran anda kepada orang lain dengan cara yang baik. Dengan cara yang mudah dipahami,” kata Muryanto, seperti dikutip dari laman Ditjen Dikti Kemendiktisaintek.

Aktif Bertanya Sejak Awal Kuliah

Mahasiswa baru juga didorong tidak hanya menjadi pendengar selama mengikuti rangkaian pengenalan kampus. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, meminta mereka aktif bertanya apabila menemukan informasi yang belum jelas.

Dalam beberapa hari setelah pembukaan PKKMB, mahasiswa akan mengenal berbagai aspek kehidupan kampus secara lebih mendalam. Kesempatan itu dapat digunakan untuk mulai membangun hubungan baik dengan sesama mahasiswa dan dosen.

Poppy menilai masa pengenalan kampus merupakan ruang awal bagi mahasiswa untuk memasuki tahapan baru dalam pendidikan mereka. “Karena ini adalah momen yang sangat berharga untuk memulai babak baru dalam kehidupan kalian,” ujarnya.

Interaksi dengan dosen dan rekan mahasiswa menjadi bagian dari proses membangun kemampuan komunikasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi kuliah, tetapi juga menjaga cara berinteraksi secara santun dalam lingkungan kampus.

Tiga Bekal untuk Mengukir Prestasi

Muryanto mengaitkan kesiapan mahasiswa dalam meniti karier dengan perpaduan kepintaran, moral, dan kemampuan komunikasi. Ketiganya dipandang saling melengkapi untuk membantu lulusan membangun prestasi serta memperoleh peluang kerja.

BekalPeran bagi Mahasiswa
KepintaranMenjadi dasar untuk mengembangkan ide dan gagasan.
MoralMenjaga sikap mahasiswa dalam proses belajar dan berinteraksi.
Kemampuan komunikasiMembantu gagasan disampaikan secara efektif, santun, dan mudah dipahami.

Latihan menyampaikan pemikiran perlu dilakukan terus-menerus agar mahasiswa dapat berkomunikasi tanpa menyakiti orang lain. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menyampaikan pandangan dengan baik dalam berbagai situasi.

“Itu menurut saya sudah menuju pada kesempurnaan untuk mengukir prestasi dan karir. Dan menjadi jaminan Anda menjadi lulusan terbaik, pun nanti setelah lulus cepat dapat pekerjaan,” ujar Muryanto.

Memanfaatkan Kesempatan di Kampus

Selain mengembangkan kemampuan pribadi, mahasiswa baru diminta memanfaatkan fasilitas dan aktivitas yang tersedia selama berkuliah. Muryanto juga menyampaikan rencana pendirian sport science yang mengintegrasikan olahraga dengan akal pikiran.

Menurutnya, nalar dan olahraga dapat membentuk kaitan dalam jiwa mahasiswa USU. Fasilitas serta kegiatan kampus diharapkan mendukung mahasiswa untuk berkembang dan menorehkan prestasi.

Rektor USU mengingatkan bahwa kesempatan selama menjalani pendidikan tinggi tidak datang dua kali. Mahasiswa karena itu diminta menggunakan setiap peluang yang tersedia sepanjang proses perkuliahan.

“Gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan tinggalkan sedetik pun kesempatan emas ini,” kata Muryanto kepada mahasiswa baru.

Baca Juga