Dukungan politik Korea Utara kepada Rusia kembali menguat melalui surat Kim Jong Un kepada Presiden Vladimir Putin. Pesan itu hadir ketika hubungan Pyongyang dan Moskow terus disorot karena perang Rusia-Ukraina dan tudingan kerja sama militer.
Kim menyatakan bangga terhadap hubungan kedua negara serta ingin membawa kerja sama bilateral ke tingkat yang lebih tinggi bersama Putin. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa Rusia akan terus berkembang di bawah kepemimpinan presiden Rusia tersebut.
Pernyataan itu menambah gambaran kedekatan kedua negara di tengah konflik yang belum mereda di Ukraina. Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 2022, Korea Utara disebut menjadi salah satu sekutu penting Kremlin.
Tudingan Dukungan Militer
Hubungan yang makin erat mendapat perhatian internasional karena Pyongyang disebut mengirim pasukan untuk mendukung upaya perang Moskow. Sebagai imbalannya, Korea Utara disebut memperoleh manfaat ekonomi dan teknologi militer.
Ukraina juga menuduh Rusia menggunakan rudal balistik Korea Utara dalam serangan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Tudingan tersebut menjadi salah satu alasan kerja sama Moskow-Pyongyang terus berada dalam pengawasan internasional.
Kyiv baru-baru ini menyebut hingga 50 ribu tentara Korea Utara akan dikerahkan ke Rusia. Namun, Ukraina tidak menyertakan bukti maupun kerangka waktu untuk mendukung klaim pengerahan tersebut.
Saat menyampaikan klaim itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Korea Selatan memasok sistem pertahanan udara untuk menghadapi rudal Rusia. Permintaan tersebut belum mendapat jawaban dari Seoul.
Surat yang Menegaskan Kemitraan
Surat Kim disiarkan oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency atau KCNA. Dalam pesan tersebut, Kim menyebut hubungan DPRK-Rusia dibangun dari sejarah perjuangan bersama.
DPRK merupakan singkatan dari Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korea Utara. Kim mengatakan hubungan itu layak diarahkan menuju masa depan yang lebih unggul melalui kepemimpinan bersama dengan Putin.
“Saya selalu bangga dapat mengharapkan masa depan hubungan bilateral yang lebih unggul dengan memimpin, bersama Anda, hubungan DPRK-Rusia yang telah meneruskan sejarah perjuangan bersama,” kata Kim dalam siaran KCNA berbahasa Inggris.
Kim turut menyatakan memiliki “keyakinan teguh” bahwa Rusia akan maju dan mempertahankan “keutuhan wilayah” di bawah “kepemimpinan bijak” Putin. Bahasa dalam surat tersebut menunjukkan dukungan Pyongyang terhadap posisi politik Moskow.
| Waktu | Pengirim | Pokok Pesan |
|---|---|---|
| Jumat (14/8) | Vladimir Putin | Hubungan kedua negara disebut telah mencapai kemitraan strategis komprehensif. |
| Minggu (16/8) | Kim Jong Un | Kim menyatakan bangga dan berharap masa depan hubungan DPRK-Rusia lebih unggul. |
Putin lebih dahulu mengirim surat kepada Kim pada Jumat (14/8), berkaitan dengan peringatan pembebasan Korea dari penjajahan Jepang pada akhir Perang Dunia II. Dalam pesannya, Putin menyebut hubungan Rusia dan Korea Utara telah mencapai tingkat kemitraan strategis komprehensif yang belum pernah ada sebelumnya.
Putin juga menyatakan kedua negara aktif bekerja sama di berbagai sektor untuk memastikan keamanan dan stabilitas kawasan. Pertukaran surat itu memperlihatkan bahwa dukungan politik antara Korea Utara dan Rusia berjalan seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap aspek keamanan dan militer hubungan mereka.






